Pertanian Berkelanjutan dan Penerapan Ekonomi Sirkular di Kabupaten Kobar

Dipublikasikan oleh Muhammad Ilham Maulana

12 Maret 2024, 10.52

Sumber: minio.brin.go.id

Industri kelapa sawit adalah salah satu sektor utama di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah. Banyak kebun sawit milik petani yang sudah mencapai usia lebih dari 25 tahun, yang menandakan penurunan produktivitas karena telah melewati usia produktif maksimum. Oleh karena itu, program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) digalakkan oleh pemerintah sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas kelapa sawit nasional. Kabupaten Kobar juga termasuk dalam alokasi anggaran untuk kegiatan peremajaan tersebut dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

Pentingnya program replanting ini tidak langsung dirasakan, karena tanaman kelapa sawit baru mulai berproduksi aktif sekitar 4-5 tahun setelah ditanam. Untuk mengatasi hal ini, penelitian tentang ekonomi sirkular sebagai alternatif dalam periode menunggu replanting dilakukan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Kabupaten Kobar.

Ekonomi sirkular adalah model ekonomi yang berfokus pada keberlanjutan lingkungan, dengan tujuan memperpanjang siklus hidup produk, bahan baku, dan sumber daya agar dapat digunakan selama mungkin. Implementasi ekonomi sirkular di lapangan bertujuan untuk mengurangi timbunan limbah dan polusi.

Penelitian yang dilakukan terkait dengan pertanian terpadu yang ramah lingkungan. Pertanian berkelanjutan menjadi solusi mengingat lingkungan harus dijaga kelestariannya, sementara perubahan iklim global juga menjadi isu utama di bidang pertanian.

Melalui kegiatan penelitian ini, kegiatan ekonomi baru diharapkan bisa muncul selama tanaman sawit belum berbuah. Contohnya adalah dengan memanfaatkan lahan sela untuk pengembangan komoditas lain seperti tanaman pangan dan hortikultura.

Program percontohan telah dilakukan dengan melibatkan kelompok tani sawit di Kabupaten Kobar. Kegiatan tersebut mencakup budidaya jagung, pembuatan pupuk organik, dan budidaya ayam petelur. Hasilnya, pendapatan petani sawit dapat meningkat secara signifikan melalui ekonomi sirkular ini.

Harapannya, model ini dapat direplikasi di tempat lain dengan potensi yang serupa, dengan tujuan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Evaluasi terhadap keberlanjutan dan dampak lingkungan dari kegiatan ini juga dilakukan untuk memastikan keberlanjutan dan keselarasan dengan prinsip ekologi.


Disadur dari: www.brin.go.id