Pertamina Hulu Mahakam di Balikpapan

Dipublikasikan oleh Farrel Hanif Fathurahman

23 Februari 2024, 14.34

Salah Satu Bagian dari HEX Straddle Packer di Salah Satu Sumur Milik Pertamina, Mahakam, Kalimantan Timur - Pertamina.com

Pertamina Hulu Mahakam (PHM), operator di Wilayah Kerja (WK) Mahakam dengan dukungan SKK Migas dan Pertamina Hulu Indonesia (PHI) sebagai induk usaha dan Regional Kalimantan Subholding Upstream, kembali meluncurkan inovasi terbaru. Inovasi ini berupa teknologi HEX Straddle Packer (High Expansion Straddle Packer) yang dirancang untuk mengatasi masalah produksi air di sumur NB-104, Lapangan Sisi Nubi, sebagai langkah strategis dalam mempertahankan produksi minyak dan gas bumi di lapangan-lapangan matang di WK ini.

Pentingnya teknologi ini muncul karena produksi air yang berlebih dapat menghambat produksi migas dari sumur, sehingga perlu solusi untuk menangani zona reservoir yang menghasilkan air. Tantangan di WK Mahakam adalah keunikan dan keragaman karakter reservoirnya, terutama karena lokasinya di delta Sungai Mahakam, yang dikenal dengan sistem deltaic.

Mengingat kondisi yang berbeda-beda di setiap sumur, menutup zona reservoir menjadi pekerjaan yang tidak mudah dilakukan. Sebagai contoh, pada sumur NB-104, zona reservoir yang memproduksi air berada di bawah zona restriksi, membuat metode konvensional seperti pemasangan tubing patch tidak dapat diterapkan.

Dalam mengatasi permasalahan ini, tim Well Intervention PHM bekerja sama dengan Schlumberger dan Interwell untuk menguji teknologi HEX Straddle Packer. Teknologi ini melibatkan pemasangan packer yang ramping untuk melewati restriksi, dan kemudian dengan kemampuan high expansion, mengisolasi zona target. Penggunaan teknologi ini memungkinkan penutupan zona air sesuai target dan memungkinkan zona gas di bawah zona air untuk diproduksi kembali.

Penerapan teknologi ini, yang merupakan yang pertama kali di Indonesia oleh PHM, berhasil dilakukan pada April 2021 dengan mode SIMOPS (simultaneous operation) antara Remote operation Well Intervention (WLI) dan Hydraulic Workover Unit (HWU). Sejak itu, sumur NB-104 berhasil dipulihkan untuk berproduksi kembali tanpa memerlukan intervensi yang lebih kompleks.

"Inovasi teknologi ini merupakan bagian dari upaya PHM untuk meningkatkan produksi migas, dan diharapkan dapat terus dikembangkan ke depannya," ujar Agus Amperianto, General Manager Pertamina SubHolding Upstream Zona 8.

Disadur dari: https://www.pertamina.com/id/news-room/energia-news/inovasi-teknologi-baru-dari-pertamina-hulu-mahakam