Perlawanan Petani Kendeng: Menentang Proyek dan Memperjuangkan Tanah dan Air

Dipublikasikan oleh Jovita Aurelia Sugihardja

27 Februari 2024, 08.53

Sumber: Wikipedia

Aksi Petani Kendeng merupakan aksi mogok kerja yang dilakukan petani Kendeng untuk menentang pembangunan pabrik semen Indonesia oleh Indocement di Rembang, Provinsi Jawa Tengah dan Pati, Provinsi Jawa Tengah. Pekerjaan ini dilaksanakan sebanyak dua kali yaitu pada tanggal 12 April 2016 dan 13 Maret 2017.

 

Penjelasan

Pada tahun 2014, Semen Indonesia berencana membangun pabrik beton di Rembang.Pabrik tersebut berkapasitas 3 juta ton per tahun, dengan tujuan untuk mengimbangi peningkatan konsumsi semen setiap tahunnya. Namun sebagian warga Kendeng menentang pembangunan rumah beton di kawasan tersebut. Pasalnya, pembangkit tersebut dibangun di kawasan karst sehingga menyebabkan banyak wilayah Rembang yang mengalami kekurangan air. Selain itu, AMDALnya disebut tidak jelas.

Semen Indonesia tidak sependapat jika karst di kawasan pertambangan hanya berupa karst batuan berongga. Suparni, CEO Semen Indonesia saat itu, menyarankan agar perusahaannya membangun pabrik semen di daerah lain agar tidak merusak lingkungan. Semen Indonesia meyakini pembangunan pabrik semen di Rembang bertujuan untuk mengimbangi meningkatnya permintaan semen di Indonesia. Namun, Kepala Kementerian Keuangan, Perindustrian, dan Energi serta BKPM menilai jumlah semen di Indonesia terlalu tinggi.

 

Aksi

12 April 2016

Aksi pertama terjadi pada 12 April 2016, sembilan ekor sapi berkaki. Para petani tersebut berasal dari Rembang, Pati, Blora, dan Grobogan di sepanjang Pegunungan Kendeng. Kemudian, pada 2 Agustus 2016, Presiden Joko Widodo bertemu dengan sembilan petani untuk membahas pembangunan pabrik uap.

 

13 Maret 2017

Operasi kedua dimulai pada 13 Maret 2017, awalnya dilakukan oleh 10 orang yang terjun dari jembatan. Jumlah orang yang menggunakan pijat kaki terus meningkat setiap harinya. Langkah ini dilakukan setelah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengeluarkan izin pembangunan baru meskipun ada keputusan Mahkamah Agung pada 5 Oktober 2016 yang mencabut izin pembangunan dan penambangan pabrik benih Indonesia di Rembang. . Aksi tersebut bertujuan agar petani Kendeng bisa bertemu langsung dengan Presiden Joko Widodo untuk menghentikan pembangunan bangunan beton.

 

Jawaban

Pemerintah

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, pihaknya masih melakukan kajian mendalam apakah akan ada kawasan perlindungan sungai untuk membangun pembangkit tersebut.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR ke-6 Azam Azman Natawijana (F-Demokrat) meminta Presiden Joko Widodo melanjutkan pembangunan pabrik semen di Rembang karena dirasa akan bermanfaat bagi orang-orang berikut: dia telah melakukan. masyarakat

Disadur dari: https://id.wikipedia.org/wiki/Aksi_Petani_Kendeng