Perjalanan Transjakarta: Evolusi dan Inovasi dalam Transportasi Publik Jakarta

Dipublikasikan oleh Dimas Dani Zaini

02 Mei 2024, 10.26

Sumber: id.wikipedia.org

TransJakarta (terkadang dieja TransJakarta) adalah sistem angkutan cepat bus (BRT) pertama di Asia Selatan dan Tenggara, sejak tahun 2004 di Jakarta, Indonesia. Sistem ini dibangun di atas sistem TransMilenio di Bogotá, Kolombia. TransJakarta diciptakan sebagai angkutan umum untuk menunjang aktivitas kota. Transjakarta merupakan sistem BRT dengan rute terpanjang (230,9 km) di dunia, dengan 252 stasiun pada 14 rute (jalur utama). Semula pukul 05:00 hingga 22:00 WIB, kini beroperasi 24 jam sehari di seluruh rute.

\ nTransjakarta ada di PT. Bis dari Jakarta. Jumlah pekerja (sopir, kondektur bus, kondektur bus, dan petugas kebersihan) di operasional Transjakarta berjumlah sekitar 6.000 orang. Mayoritas pengguna harian Transjakarta berjumlah sekitar 350.000 orang. Sedangkan pada tahun 2012, jumlah pengguna Transjakarta mencapai 109.983.609 orang.

Pada tahun 2011, sistem ini mencapai puncak tahunannya dengan bus yang mengangkut 114,7 juta penumpang, kemudian jumlahnya akan menurun pada tahun-tahun berikutnya, dan pada tahun 2014 akan berkurang. Pada tahun 2015, bus mengangkut 111,6 juta penumpang; pada tahun 2015, bus mengangkut 102,95 juta penumpang. Pada tahun 2016, kami mencatatkan rekor baru sebanyak 123,73 juta penumpang. Tarifnya tetap sebesar Rp 3.500 per penumpang sejak awal beroperasi.

Sejarah

MRT memiliki kapasitas penumpang terbesar dan waktu tempuh terpendek dibandingkan tiga moda transportasi lain yang dipertimbangkan, namun pembangunannya membutuhkan banyak transportasi asing. investasi Sementara itu, india kehilangan kepercayaan investor pada awal tahun 2000-an ketika pembangunan MRT gagal terealisasi karena kekhawatiran investor terhadap kondisi sosial di India yang dianggap tidak berkelanjutan. Dari empat jenis transportasi yang dipertimbangkan, bus rapid transit diharapkan menjadi yang tercepat karena pembangunannya tidak memerlukan investasi tambahan.

Sebuah organisasi bernama Institute for Transportation Development Policy (ITDP) merupakan kelompok besar. di dalam Proses perencanaan proyek ini. Proyek pertama dibuat oleh PT Pamintori Cipta, konsultan transportasi yang bekerja sama dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Selain sektor swasta, banyak organisasi lain yang mendukung keberhasilan proyek ini, termasuk Institut Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) dan Pusat Studi Transportasi Universitas Indonesia (UI–CTS).

Transjakarta telah dimulai . Kegiatan pada tanggal 15 Januari 2004 Startup ini merayakan pembukaan Koridor 1 dengan tujuan memberikan layanan transportasi yang lebih cepat, lebih baik dan lebih murah kepada warga Jakarta. Sejak Transjakarta beroperasi, harga tiket telah ditetapkan oleh pemerintah daerah setempat. Dalam rangka sosialisasi dan pengenalan angkutan massal ini kepada masyarakat, pada 2 minggu pertama pengoperasiannya (15–30 Januari 2004) pengguna Transjakarta tidak dikenakan tarif. Mulai tanggal 1 Februari 2004, tarif Transjakarta mulai diberlakukan seharga Rp2000. Pada tahun 2012, Dinas Perhubungan DKI Jakarta memutuskan untuk menaikkan tarif Transjakarta seharga Rp3500.

Beberapa pengembangan pasca-peresmian Koridor 1 terus dilakukan, antara lain lowongan sopir bus yang terbuka bagi perempuan, perbaikan sarana-prasarana bus dan halte, pemberlakuan zona khusus perempuan, penempatan petugas di dalam bus, sterilisasi jalur Transjakarta baik dengan portal manual maupun secara otomatis, uji coba sistem contra-flow (jalur bus Transjakarta yang berlawanan arah dengan jalur umum yang bersinggungan), serta pelayanan bagi pengguna penyandang cacat dengan nama "Transjakarta Cares".

Transportasi penunjang Transjakarta terus diupayakan. Jalur bus pengumpan (feeder busway) juga dioperasikan pada tahun 2011 di tiga wilayah, yaitu SCBD, Puri Kembangan, dan Tanah Abang, namun ditutup pada bulan Desember 2012 karena operator menganggap rute-rute tersebut sepi pengguna dan menimbulkan kerugian. Saat ini, angkutan penunjang Transjakarta terdiri atas bus pengumpan yang beroperasi di dalam kota maupun di daerah perbatasan.

Pada tanggal 10 November 2014, Transjakarta meluncurkan logo barunya dan diresmikan oleh Plt. Gubernur Provinsi DKI Jakarta saat itu adalah Basuki Tjahaja Purnama. Logo barunya berbentuk lingkaran biru tua dengan dua garis diagonal berwarna putih. Di sekeliling lingkaran terdapat tulisan "Transjakarta" dua warna, dengan tulisan "Trans" berwarna biru muda dan tulisan "Jakarta" berwarna biru tua. Selain perubahan warna, huruf J pada kata tersebut memiliki tulisan kaki panjang di bawah kata "Trans" dengan warna gradasi dari biru tua ke biru muda. Logo tersebut merupakan karya Fakhri Azmi, 20 tahun, pemenang lomba desain tato Transjakarta yang diikuti 2.250 peserta.

Sumber: id.wikipedia.com