Penjelasan Mengenai Gabah atau Bulir Padi

Dipublikasikan oleh Muhammad Ilham Maulana

28 Februari 2024, 09.54

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Unhulled_rice.jpg

Gabah merujuk pada bulir padi yang telah terpisah dari tangkainya, atau yang lebih dikenal sebagai jerami. Dalam perdagangan komoditas, gabah memiliki peran penting karena merupakan tahap awal dalam pengolahan padi sebelum dikonsumsi. Perdagangan padi dalam jumlah besar umumnya dilakukan dalam bentuk gabah. Gabah secara teknis didefinisikan sebagai hasil tanaman padi yang telah dipisahkan dari tangkainya melalui proses perontokan.

Anatomi Gabah

Secara anatomi biologi, gabah merupakan buah padi sekaligus bijinya. Sebagai buah bertipe bulir atau caryopsis, sulit untuk membedakan bagian buah dan biji secara terpisah.

Istilah perdagangan gabah

Untuk mengatur perdagangan gabah, terdapat istilah-istilah khusus yang digunakan dalam menentukan harga berdasarkan kualitas gabah. Istilah-istilah ini mencakup:

  • Gabah Kering Panen (GKP), gabah dengan kadar air antara 18% hingga 25%, kotoran dan hampa antara 6% hingga 10%, butir hijau/mengapur antara 7% hingga 10%, serta batasan butir kuning/rusak maksimum 3% dan butir merah maksimum 3%.
  • Gabah Kering Simpan (GKS), gabah dengan kadar air antara 14% hingga 18%, kotoran dan hampa antara 3% hingga 6%, butir hijau/mengapur antara 5% hingga 7%, serta batasan butir kuning/rusak maksimum 3% dan butir merah maksimum 3%.
  • Gabah Kering Giling (GKG), gabah dengan kadar air maksimum 14%, kotoran dan hampa maksimum 3%, butir hijau/mengapur maksimum 5%, serta batasan butir kuning/rusak maksimum 3% dan butir merah maksimum 3%.

Ketentuan-ketentuan ini digunakan oleh Bulog untuk menentukan harga gabah atau beras berdasarkan kualitasnya.


Disadur dari: https://id.wikipedia.org/wiki/Gabah