Penjelasan Kebijakan Pertanian

Dipublikasikan oleh Muhammad Ilham Maulana

01 Maret 2024, 09.41

Sumber: https://img.okezone.com/content/2018/02/26/320/1864763/kebijakan-pertanian-perlu-dievaluasi-paPqRmrgkO.jpg

Kebijakan pertanian merujuk kepada serangkaian regulasi yang berkaitan dengan pertanian baik dalam negeri maupun impor hasil pertanian. Biasanya, pemerintah menerapkan kebijakan pertanian dengan maksud mencapai berbagai tujuan di pasar produk pertanian dalam negeri. Tujuan tersebut mungkin meliputi jaminan pasokan yang cukup, stabilitas harga, peningkatan kualitas produk, seleksi varietas produk, optimalisasi penggunaan lahan, dan peningkatan kesejahteraan petani.

Kepentingan kebijakan pertanian

Ruang lingkup dan permasalahan dalam kebijakan pertanian mencakup berbagai aspek, antara lain:

  1. Tantangan pemasaran dan preferensi konsumen.
  2. Lingkungan perdagangan internasional, termasuk pasar global, hambatan perdagangan, karantina, hambatan teknologi, dan persaingan global.
  3. Tingkat dan pemeliharaan citra pasar.
  4. Pengelolaan biosekuriti.
  5. Keamanan hayati terkait dengan hama dan penyakit yang menyerang tanaman dan ternak, seperti kanker jeruk, hawar tebu, flu burung, penyakit sapi gila, dan penyakit mulut dan kuku.
  6. Infrastruktur, termasuk transportasi, pelabuhan, telekomunikasi, energi, dan fasilitas irigasi.
  7. Kapasitas pengelolaan dan pasokan tenaga kerja.
  8. Koordinasi isu-isu strategis internasional, seperti penelitian, metode pertanian baru, dan kegiatan agroindustri.
  9. Aspek air, termasuk hak akses, perdagangan, dan masalah akses terhadap sumber daya alam, seperti pengelolaan vegetasi lokal, perlindungan keanekaragaman hayati, dan keberlanjutan sumber daya alam dalam pertanian produktif.

Pengurangan Kemiskinan

Pertanian masih menjadi penyumbang terbesar dalam menyediakan mata pencaharian bagi 75% populasi miskin di pedesaan. Untuk meningkatkan kesempatan kerja di sektor pertanian bagi warga miskin, penting untuk memperhatikan infrastruktur, pendidikan, dan layanan informasi di wilayah pedesaan.

Keamanan Hayati

Dalam konteks pertanian industri, keamanan hayati bertujuan untuk mencegah penyebaran penyakit ke hewan ternak dan manusia, seperti flu burung, penyakit sapi gila, dan penyakit lain yang berpotensi merugikan sumber daya hayati setempat.

Ketahanan Pangan

Ketahanan pangan adalah kondisi di mana manusia memiliki akses fisik dan ekonomi terhadap makanan yang mencukupi dan aman untuk menjalani kehidupan yang aktif dan sehat. Faktor-faktor penting dalam menciptakan ketahanan pangan meliputi ketersediaan, akses, pemanfaatan, dan stabilitas bahan pangan dalam jangka waktu yang panjang. Ancaman terhadap ketahanan pangan termasuk pertumbuhan populasi global, perubahan pola diet, dan dampak perubahan iklim.

Kedaulatan Pangan

Kedaulatan pangan adalah hak bagi manusia untuk menentukan sistem pangan mereka sendiri, meliputi produksi, distribusi, dan konsumsi pangan. Gerakan ini menekankan peran manusia dalam pembuatan kebijakan pangan, mengutamakan petani, warga desa, nelayan, dan komunitas lokal, dibandingkan dengan dominasi korporasi dan pasar global.


Disadur dari: https://id.wikipedia.org/wiki/Kebijakan_pertanian