Penerapan Arsitektur Bioklimatik pada Masjid, Bagaimana Hasilnya?

Dipublikasikan oleh Nurul Aeni Azizah Sari

27 Juni 2024, 08.57

Masjid Darul Ulum Universitas Pamulang (RAD+ar) - Kompas.com

RAD+ar, perusahaan arsitektur Jakarta hadirkan masjid yang mengusung arsitektur bioklimatik di Universitas Pamulang, Tangerang Selatan. Arsitektur bioklimatik adalah salah satu pendekatan arsitektur yang mengacu pada hubungan antara desain bangunan, lingkungan hingga iklim. Artinya, arsitektur bioklimatik lebih ramah lingkungan.

Adapun tujuan RAD+ar menerapkan konsep tersebut adalah untuk menyediakan tempat ibadah yang aman, sehat dan berventilasi baik, terlebih di masa pandemi Covid-19 yang masih mewabah. Selain itu, pembangunan masjid yang dinamai Masjid Darul Ulum ini juga ditujukan sebagai pusat komunitas, titik pertemuan dan ruang rekreasi, dilansir dari Design Boom, Senin (24/1/2022).

Sebenarnya pada rencana awal, RAD+ar akan bereksperimen dengan inovasi sistem ventilasi cerobong yang 100 persen alami dengan dinding berventilasi 15 meter yang menyelimuti ruang interior.

Akan tetapi mengingat kendala pandemi, rencana pembangunan masjid ini diubah dengan mengganti 95 persen elemen dinding vertikal dengan roster atau penyekat antar ruang yang terbuat dari 30.000 batu bata. Melalui rancangan tersebut, suhu masjid bisa bertahan di antara angka 25 hingga 28 derajat dengan kecepatan angin minimum 1 meter per detik. Karenanya, area dalam masjid akan terasa seperti luar ruangan.

Tidak hanya itu, fasad berlubang dari tanah liat yang dimiliki juga membantu memberikan nuansa segar dan tentunya lebih sehat dengan adanya kondisi suhu yang ideal. Kendati menggunakan pendekatan volumetrik dalam pembuatan fasadnya, karakteristik spesifik wilayah turut diperhitungkan.

Sedangkan kelebihan lain dari desain ini adalah mampu mengoptimalkan penggunaan energi matahari lewat ventilasi silang yang memadai. Lebih lanjut, tidak seperti desain masjid pada umumnya, RAD+ar merancang kubah masjid dengan pelat atap hijau aktif untuk mengurangi panas sekaligus mendefinisikan ruangan islami ke dalam konteks postmodern.

Lewat desain yang menyatu dengan alam, masjid berkonsep bioklimatik ini memiliki daya tampung hingga 1.000 orang dan diharapkan bisa membawa ketertiban serta kerukunan bagi masyarakat.

Sumber artikel: Kompas.com