Pemerintah Yakin Industri Smelter Bijih Nikel Berpotensi Menurunkan Angka Kemiskinan

Dipublikasikan oleh Jovita Aurelia Sugihardja

06 Maret 2024, 07.35

Sumber: kompas.com

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan perusahaan ketiga di industri logam nikel ini mampu mengentaskan kemiskinan. Ketiga perusahaan tersebut adalah PT Gunbuster Nickel Industry (GNI), PT Obsidian Steel Steel, dan PT Virtue Dragon Nickel Industry.

Hal itu diungkapkannya saat mendampingi Presiden Joko Widodo pada acara peresmian pabrik smelter bijih nikel PT GNI di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Senin (27 Desember 2021).

"Ini joint company." bermanfaat bagi industri dan masyarakat untuk melakukan pembangunan bersama, termasuk tumbuhnya kewirausahaan di lingkungan pabrik, serta dapat meningkatkan infrastruktur sosial yang dibutuhkan masyarakat,” ujarnya dalam keterangannya, Rabu (29 Desember 2021).

Agus mengatakan, investasi di tiga industri metalurgi tersebut sudah tercapai sebesar 8 miliar dengan target 27.000 orang, katanya bisa menyumbang dana pemerintah dalam bentuk pajak.

"PT GNI, PT Obsidian Stainless Steel, PT Virtue Dragon Nickel Industry termasuk kelompok yang terbentuk dan akan menjadi bagian dari rencana besar pemerintah Indonesia untuk mendorong industri hilir guna meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral mentah di dunia. negara.negara,” katanya.

Secara total, nilai output pabrik produksi nikel di Indonesia mencapai 15,7 miliar dolar. Selain itu, ekspor produk feronikel semakin meningkat setiap tahunnya. Hal ini diyakini akan berdampak positif terhadap masuknya mata uang asing.

"Pada tahun 2020, ekspor feronikel mencapai $4,7 miliar dan $5,6 miliar antara Januari dan Oktober 2021," kata Menteri Perdagangan, Perindustrian, dan Energi.


Menurut data ekspor terbesar dunia, Indonesia merupakan eksportir produk berbahan dasar nikel (stainless steel sheet, stainless steel billet, dan stainless steel ingot) pertama di dunia, dengan total nilai ekspor sebesar 1,63 miliar dolar. saya suka 2020.

Agus juga mengatakan keberhasilan kebijakan industri yang mendasarinya berkontribusi terhadap pertumbuhan lapangan kerja. Secara terpisah, berkembangnya industri manufaktur dalam negeri akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional dan masyarakat sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Misalnya pertumbuhan ekonomi di wilayah Konawe 5 sampai 6 persen sebelum investasi, dan dalam dua tahun terakhir pertumbuhannya mencapai sepuluh persen," ujarnya.
 

Disadur dari : https://money.kompas.com/read/2021/12/29/075802626/pemerintah-klaim-kehadiran-industri-smelter-bijih-nikel-mampu-kurangi-angka