Pemerintah Dorong Kemandirian Industri Farmasi Lokal untuk Menghindari Ketergantungan

Dipublikasikan oleh Jovita Aurelia Sugihardja

15 Februari 2024, 09.00

Sumber: kompas.com

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Eksekutif Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan kemandirian dan kekuatan industri farmasi tanah air sangat penting bagi Indonesia. Sebagai cerminan dari pandemi COVID-19 yang melanda dunia, khususnya Indonesia, Luhut mendorong industri ini agar bisa menghasilkan keuntungan di dalam negeri. Menurutnya, Indonesia tidak boleh ketinggalan dan ketinggalan dalam melakukan perbaikan di bidang medis dan kesehatan masyarakat. Luhut mengatakan Indonesia sangat terpukul dengan kesulitan yang dihadapi selama pandemi Covid-19. Terkait hal tersebut, Presiden Joko Widodo pun memerintahkan dirinya dan Menteri Kesehatan untuk bersama-sama memajukan dan menghadirkan industri medis di Tanah Air. Indonesia tidak akan mendapat masalah lagi, terutama dalam hal obligasi, jika epidemi kembali terjadi di kemudian hari, karena tidak bisa hanya bergantung pada barang luar negeri.

“Tidak ada kelemahan seperti kemarin bahwa pemerintah siap menjadi penggerak lapangan kerja dalam negeri melalui program rekrutmennya. Hal ini disampaikannya dalam pidato virtual pada Forum Nasional Kemandirian dan Ketahanan Industri Manufaktur Farmasi, Selasa (11 September 2021) Luhut mengatakan, pandemi COVID-19 telah memberikan banyak pelajaran penting bagi negara-negara di dunia, termasuk Indonesia, karena banyak negara yang melarang ekspor obat-obatan, vaksin, dan alat kesehatan selama pandemi global. Situasi ini membuat Indonesia kesulitan memenuhi kebutuhan dalam negeri saat itu. Hal ini terutama terjadi ketika India terkena dampak COVID-19 jenis delta dan Tiongkok telah memperkenalkan vaksinasi massal. “Kami mengalami kesulitan mendapatkan vaksin, meskipun pada saat itu jadwal pasokan telah disetujui, misalnya di India.” kata

Untuk mencapai kemandirian dan kekuatan industri farmasi dalam negeri, Luhut telah melakukan konsultasi dan penjajakan ekstensif dengan perusahaan farmasi besar seperti Merck, Pfizer, Johnson dan Johnson untuk berinvestasi di Indonesia. “Saya bertemu dengan mereka dan meminta mereka untuk berinvestasi di Indonesia di bidang kesehatan, terutama obat dan vaksin yang dibutuhkan dalam jumlah besar. Jadi kita terus dalami karena kita ingin industri ini ada di dalam negeri,” ujarnya. . Pemerintah juga akan mendorong insentif yang lebih baik untuk mendorong investasi di sektor farmasi, tidak hanya oleh lembaga pemerintah atau badan usaha milik negara tetapi juga oleh sektor swasta. “Kami juga mempertimbangkan untuk menawarkan insentif seperti insentif pajak yang menarik, dan kami juga sedang mempersiapkan fasilitas industri bagi industri farmasi untuk menciptakan ekosistem yang lebih baik.” kata


Disadur dari: https://money.kompas.com/read/2021/11/09/121000026/tidak-mau-keteteran-lagi-pemerintah-ingin-kemandirian-industri-farmasi-dalam