Pembelajaran Daring Kembali Diterapkan di SMP Surabaya: Persiapan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK)

Dipublikasikan oleh Dimas Dani Zaini

19 April 2024, 10.50

Sumber: republika.co.id

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Dinas Pendidikan Kota Surabaya menyelenggarakan Penilaian Nasional Berbasis Komputer (ANBK) pada tingkat sekolah menengah (SMP) se-Kota Surabaya. Oleh karena itu, sekolah-sekolah yang lokasinya secara fisik sudah kembali menerapkan pembelajaran daring.

“Saat ini kami fokus pada penyusunan ANBK yang merupakan program pemerintah pusat. “ANBK ini akan menjangkau siswa kelas 8 dan dilaksanakan pada tanggal 4 hingga 7 Oktober 2021,” kata Wakil Direktur Divisi Pendidikan Menengah Disdik Surabaya Tri Aji Nugroho, Kamis (30 September).

Aji mengatakan: Benar . Kini, timnya dan pihak sekolah fokus menata sumber daya dan infrastruktur berupa komputer. Sebab, ANBK ibarat ujian nasional berbasis komputer. Diakuinya pula Kementerian Pendidikan Surabaya sedang melatih inspektur dan administrator. “Jadi kita tanya langsung di komputer untuk mengukur kapasitas dan jumlah siswa,” kata Aji, dalam rangka pengelolaan sekolah dan menengah serta pembatalan penerimaan dan pembuatan sarana dan prasarana. Kursus sekolah juga online. Pembelajaran daring akan terus berlangsung hingga ANBK berakhir.

"Rencananya kami akan online mulai hari ini, kemungkinan Senin (11/10) untuk siswa SMA juga. . Karena ANBK sudah selesai," kata.
\ nAji mengatakan, Disdik akan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat selama pelaksanaan ANBK. Bahkan, pelaksanaan ANBK ini sudah dievaluasi oleh Satgas Covid-19 Surabaya sehingga pelaksanaannya dibagi dalam beberapa tahap. Masing-masing peserta hanya berjumlah 15 siswa. section.

“Kedepannya kami akan bekerja sama dengan dinas kesehatan untuk menata kembali tim mahasiswa yang akan mengikuti ANBK ini. “Karena kami ingin siswa sehat dan bergabung dengan ANBK agar maju,” ujarnya.

Aji mengatakan penghentian sementara pembelajaran tatap muka bukan karena adanya kelompok COVID-19. Sekolah di kota Surabaya. Aji mengaku sejauh ini timnya belum menemukan adanya klaster COVID-19 di sekolah tersebut.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengakui ada seorang siswa SD yang positif COVID-19 setelah dilakukan tes acak. Dari penyelidikan terungkap bahwa siswa tersebut merupakan siswa luar kota yang baru saja bersekolah. “Sekarang, mereka bukanlah orang-orang yang selama ini mengerjakan CPU.” Kata Eli.

Eri setuju timnya akan melakukan tes acak setiap hari, memilih beberapa siswa dari setiap kelas. Menurutnya, uji coba acak ini penting sebagai bentuk tindakan pencegahan saat mengimplementasikan CPU.

Sumber: republika.co.id