Pabrik Sepatu Indonesia Banjir Order! Inilah Efek Lockdown Vietnam yang Dahsyat

Dipublikasikan oleh Siti Nur Rahmawati

04 Agustus 2022, 16.07

www.cnbcindonesia.com

Jakarta, CNBC Indonesia - Keputusan lockdown dari Pemerintah Vietnam membawa berkah bagi industri di Indonesia. Pasalnya, sejumlah pesanan untuk industri yang mulanya datang ke negara tersebut saat ini beralih ke Indonesia. Salah satu yang kelimpahan berkah ialah industri alas kaki. Pesanan yang masuk pun saat ini bukan hanya mengarah pada salah satu jenis sepatu, tetapi telah bervariasi.

"Kalau 2020 lalu ekspor mengandalkan sport shoes, di 2021 mulai masuk sepatu- order sepatu non sport yang dikerjakan industri-industri menengah kami. Saya melihat data ekspor dari Jabodetabek meningkat, ekspor Jatim, Jateng meningkat," ungkap Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Firman Bakri kepada CNBC Indonesia, Rabu(29/9/21).

 

Setiap tahun banyak pabrikan Indonesia yang memperoleh order dari brand kenamaan dunia, mulai dari Adidas, Nike sampai Puma. Kini, permintaan dari brand tersebut masih ada, tetapi permintaan dari jenis sepatu lainpun turut datang.

"Tidak hanya sport shoes saja, namun kelimpahan non sport yang bukan brand-brand utama. Semisal untuk outdoor meningkat, untuk keluar, bertani, lalu sepatu untuk bekerja di kebun meningkat," ungkapnya.

Demi memenuhi permintaan tersebut, pabrikan saat ini terus mengejar produksi. Salah satunya meningkatkan kapasitas menjadi 100 persen, Pemerintah telah pula mengizinkannya asalkan dengan protokol kesehatan yang ketat.

 

"Sesuai anjuran pemerintah 100 persen. Sempat beberapa zona masuk level 4 tidak dapat produksi lebih dari 50 persen, namun beberapa daerah turun sudah uji coba 100 persen saat ini mau tidak mau," ungkap Firman.

Sementara itu, perusahaan pun hingga harus merekrut karyawan baru demi memenuhi permintaan. Tetapi, cara merekrut dari setiap perusahaan maupun daerah terlihat berbeda.

"Kasuistik sebab terdapat penambahan order kapasitas akhirnya rekrut baru, terdapat yang di daerah-daerah, Jateng kapasitas rekrut baru. Jabodetabek kami menambah rekrut karyawan dari yang dulu di PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) atau garmen PHK di 2020, lalu dilatih lagi," tuturnya.

Berkah bertambahnya lapangan kerja karena Vietnam masih terus menghadapi lockdown. Data dari Asosiasi Tekstil dan Pakaian Vietnam (Vitas) yang dikutip dari AFP, mengungkapkan bahwa hingga 90 persen rantai pasokan di sektor garmen terputus, utamanya di wilayah Selatan negara tersebut.

 


Disadur dari sumber cnbcindonesia.com

Artikel lainnya