Optimisme Industri Nikel: Permintaan Terus Meningkat, PT PAM Mineral Gencar Akuisisi untuk Menambah Cadangan

Dipublikasikan oleh Jovita Aurelia Sugihardja

07 Maret 2024, 08.19

Sumber: republika.co.id

Seorang pengemudi mengisi daya mobil listrik dengan memanfaatkan aplikasi PLN Charge.IN di di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) PLN di Kantor PLN Disjaya, Gambir, Jakarta, Jumat (29/1). PLN meluncurkan aplikasi charge.IN yang memudahkan para pemilik kendaraan listrik dalam hal pengisian daya serta dapat menunjukkan lokasi SPKLU maupun besaran pengisian daya.Prayogi/Republika.Foto: Prayogi/Republika.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT PAM Mineral Tbk menilai peluang bisnis nikel sangat positif. Hal ini disebabkan tingginya permintaan bijih nikel di pasar dalam negeri, dan CEO PAM Mineral Ruddy Tjanaka mengatakan pihaknya mendukung pemerintah untuk mengembangkan industri otomotif, energi, dan ekosistem melalui pembentukan Indonesia Battery BUMN Holding atau Indonesia Battery Corporation. (IBC). Pabrik baterai kendaraan listrik milik grup kendaraan listrik IBC, LG Chem dan CATL akan mulai dibangun pada akhir Juli 2021. Selain itu, pabrik baterai akan mulai beroperasi pada tahun 2023.

"Kami melihat peluang terbaik dalam penambangan nikel skala kecil. “Hal ini seiring dengan meningkatnya kebutuhan sel bahan bakar untuk kendaraan listrik,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (15/7). Hal ini terutama berlaku dalam industri pengolahan modern atau metalurgi. “Meski permintaan nikel kadar tinggi sangat stabil, permintaan pasar terhadap nikel kadar rendah juga meningkat,” ujarnya. akan menyerap kandungan nikel rendah yang diproduksi di China, sehingga meningkatkan kinerja industri." "Kami akan meningkatkan," katanya. Perusahaan itu. "Ini yang kita semua harapkan," katanya.

Ruddy mengatakan stabilitas di kawasan Industri pengolahan atau smelter merupakan peluang bagus bagi industri bijih nikel. Ia yakin permintaan bijih nikel berkualitas tinggi akan semakin meningkat.

"Hal ini terutama berlaku pada perluasan metalurgi di wilayah sekitar tambang perseroan . Tentu saja, kami memperkirakan permintaan bijih nikel dalam pengembangan ke depan akan melebihi 7 hingga 8 juta ton per bulan, ujarnya. kami yakin kami mempunyai sumber daya. . Dari 28 juta bijih nikel. Rudy melanjutkan: Ada sebagian bijih nikel yang berkadar rendah, tidak semuanya berkadar tinggi.

"Perusahaan mempunyai strategi untuk menambah cadangan dalam jangka menengah. dalam jangka panjang dengan cara: Mengakuisisi atau menemukan tambang baru akan meningkatkan kinerja dan pertumbuhan perusahaan. “Ini akan meningkat ke depan,” ujarnya.

Untuk rencana jangka pendek, perseroan menargetkan 1,8 juta ton bijih nikel dalam anggaran rencana operasinya. (RKAB),” ujarnya. “Kami berharap. Ini awal yang baik dan bisa kita ekspansi untuk memenuhi kebutuhan metalurgi ke depan,” ujarnya..
 

Disadur dari :  https://ekonomi.republika.co.id/berita/qwaro3416/industri-nikel-yakin-permintaan-terus-meningkat