Menuju Masa Depan Digital: Kerja Sama Pendidikan Vokasi dan Industri Game untuk Ciptakan 15 Juta Coding Engineer

Dipublikasikan oleh Dimas Dani Zaini

22 April 2024, 10.05

Sumber: kompas.com

KOMPAS.com - Berkat kemajuan teknologi, kini banyak sekali perusahaan game. Oleh karena itu, hal ini merupakan peluang bagi pengembangan industri. Sehubungan dengan hal tersebut, Sekretaris Pendidikan Vokasi resmi menandatangani kerja sama dengan PT LX Internasional Indonesia, Asosiasi Gaming Indonesia (AGI) dan Cipta Karsa Adikarya (Cakra) pada Rabu (1 Mei 2022). Kolaborasi ini dilakukan untuk mengembangkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas di industri game.

Mengajak industri untuk bergabung dalam Connect and Match

Menurut Wikan Sakarinto, General Manager Quality Education, kemitraan ini memang ada benarnya. kepada industri Tujuannya untuk mendorong partisipasi dan menyelaraskan dengan perkembangan ekosistem pengetahuan bisnis. “Industri ingin terlibat dan memiliki akses ke pabrik pelatihan. “Pada akhirnya, ini tentang pembuatan game,” kata Wikan mengutip pernyataan dari situs Departemen Mutu Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Ia mengatakan, kerja sama ini terkait dengan berbagai program departemen pendidikan. Beliau adalah direktur APTV (Kementerian Vokasi dan Pendidikan Tinggi) dan SMK (Kementerian Pendidikan Menengah). “Jadi kami menantang diri kami sendiri untuk memproduksi lima hingga sepuluh game,” kata Wikan.

Di masa depan, Indonesia membutuhkan 15 juta mesin game. proses pengembangan. “Konon kedepannya Indonesia sangat membutuhkan skill-skill terbaik di industri digital dan gaming. Ya, tujuan kita bekerja sama di bidang pendidikan adalah untuk melatih para engineer demi masa depan Indonesia. “Karena menurut analisa kami, Indonesia membutuhkan 15 juta mesin diesel dalam lima hingga 10 tahun ke depan.” Ia mengatakan, timnya melakukan percobaan selama satu tahun di sekolah kejuruan, khususnya di wilayah Jawa. , dalam pengembangan industri game.

Pentingnya kerja sama kembangkan industri game 

Sementara Ketua Asosiasi Game Indonesia (AGI), Cipto Adiguno menjelaskan pentingnya kerja sama dalam mengembangkan industri game, yakni: 

  1. Menumbuhkan talenta-talenta terbaik yang kompeten. 
  2. Pertumbuhan industri game digital memungkinkan tidak hanya produk yang dapat diekspor, akan tetapi SDM juga dapat bersaing secara global. 
  3. Game erat kaitannya dengan teknologi yang memang perlu dikembangkan seiring perkembangan zaman di industri 4.0. 

"Kami sangat berterima kasih atas perjanjian kerja sama ini. Penting bagi kami untuk mengembangkan industri game," kata Cipto. Oleh karena itu, Presiden Cakra Ivan Chen Sui Liang berharap kerja sama ini terus dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan perkembangan industri game. Meski game sangat erat kaitannya dengan kekejaman dan kejahatan, Ivan percaya bahwa pengetahuan juga bisa diperoleh melalui game.

Sumber: kompas.com