Menuju Era Digital: Transformasi Bisnis di Tengah Revolusi Industri 4.0

Dipublikasikan oleh Cindy Aulia Alfariyani

22 April 2024, 13.50

khatabook.com

Karet untuk keperluan industri diproduksi dengan menggunakan proses canggih yang melibatkan peracikan karet mentah dengan beberapa bahan kimia dan bahan tambahan. Untuk memberikan bentuk dan kualitas yang diinginkan, kompon selanjutnya diproses melalui sejumlah perangkat, termasuk pabrik, ekstruder, dan cetakan. Sebelum dilepas ke pasar, produk jadi harus melalui pengujian kontrol kualitas.

Karet adalah bahan penting dan bahan baku untuk berbagai keperluan industri, seperti manufaktur, otomotif, konstruksi, dan industri lainnya. Kemampuannya yang unik dalam hal daya tahan, elastisitas, penyerapan goncangan, fleksibilitas, dan cengkeraman membuatnya luar biasa untuk penggunaan rumah tangga dan industri. Semua produk ini dapat dibuat dari karet, mulai dari sepatu, ban, dan ikat pinggang hingga komponen mesin yang sangat canggih. Karet terdiri dari banyak kelompok molekul yang terhubung untuk membentuk rantai polimer yang disebut elastomer. Hal ini memberikannya sifat khas peregangan dan cengkeraman.

Nilai pasar industri karet mencapai USD 28,89 miliar. 

Sejarah Pembuatan Karet
Pembuatan karet merupakan prosedur yang rumit. Sebelum pertengahan abad ke-19, sebagian besar karet alami berasal dari pohon karet Brasil. Seiring berjalannya waktu, permintaan akan bahan ajaib ini melebihi produksi, dan perkebunan pohon karet menyebar dari Brasil ke negara-negara Asia Tenggara. Seiring berjalannya waktu, muncullah cara-cara baru dalam pembuatan karet. Karet sekarang dapat diklasifikasikan ke dalam dua kategori: Karet Alam, yang bersumber dari pohon karet, dan Karet Sintetis, yang dibuat dari produk sampingan minyak bumi.

Proses Pembuatan Karet Alam
Proses manufaktur karet alam membutuhkan banyak tenaga kerja, termasuk mengumpulkan lateks, mengangkutnya ke unit pemrosesan dari hutan atau perkebunan, memanen, menggumpalkan, memproses, dan mengemasnya. Terlepas dari ketersediaan karet sintetis, karet alam memiliki nilai yang tinggi.

Langkah-1: Penyadapan
Produksi karet alam dimulai dengan penyadapan atau pengumpulan lateks dari pohon lateks. Lateks adalah zat yang dikeluarkan dari pohon karet. Lateks adalah zat cair berwarna putih yang dilepaskan dari pohon karet dengan cara memotong kulit pohon. Lateks yang menetes ditampung ke dalam cangkir-cangkir kecil melalui jaringan sedotan yang menempel pada pohon. Pemotongan kulit pohon membutuhkan ketelitian dan pengalaman. Sedikit tenaga ekstra akan memengaruhi penambahan lateks pada pohon.

Langkah-2: Pengumpulan
Lateks dikumpulkan dalam tangki besar dan diangkut ke Unit Pengolahan. Dari sini, pemrosesan karet alam dimulai. Proses reguler untuk mengekstraksi karet dari lateks dimulai dengan

Langkah-3: Koagulasi
Proses koagulasi meliputi pengentalan lateks dan pembentukan gumpalan. Asam format ditambahkan dan memakan waktu sekitar 12 jam, dan uap air diperas.

Langkah-4: Penggulungan dan Pengeringan
Lembaran-lembaran koagulum karet dibiarkan mengering di dalam rumah asap. Pengeringan membutuhkan waktu beberapa hari. Hal ini menghasilkan karet berwarna coklat tua yang disebut lembaran asap bergaris yang dilipat dan dikemas untuk diproses lebih lanjut. dalam proses pembuatan karet, bahan kimia ditambahkan ke lateks dan gumpalan-gumpalan dibuat. Kemudian digulung dan dikeringkan. 

Langkah-5: Pembentukan
Karet mentah diberi bentuk produk yang diinginkan. Pada tahap ini, karet belum siap digunakan.

Langkah-6: Vulkanisasi
Karet dipanaskan pada suhu dan tekanan tertentu. Selama proses ini, struktur molekul berubah dan ikatan menjadi lebih kuat serta kualitasnya meningkat.

Langkah-7: Finishing
Produk karet digosok, dilapisi, dan dipangkas setelah vulkanisasi untuk mendapatkan hasil akhir yang diinginkan.

Langkah-8: Kontrol Kualitas 
Setelah selesai, produk karet menjalani pemeriksaan kualitas untuk memastikan kualitas tertinggi dari produk.

Pro dan Kontra Karet Alam 
Sekarang, mari kita bahas beberapa kelebihan dan kekurangan karet alam.
 

Kelebihan

  • Dapat terurai secara hayati: Karet alam dapat dengan mudah terurai oleh proses alami, menjadikannya bahan yang ramah lingkungan.
  • Kualitas alami: Karet alam memiliki tekstur dan fleksibilitas yang berbeda, menjadikannya bahan yang populer untuk banyak barang.
  • Sumber daya terbarukan: Lateks digunakan untuk memproduksi karet alam yang berasal dari pohon karet dan dapat diperbaharui secara alami, menjadikannya sumber daya terbarukan.
  • Resistensi tinggi: Karet alam sangat tahan terhadap sobekan, tusukan, dan peregangan. Kualitas ini menjadikannya bahan yang ideal untuk barang-barang industri dan rumah tangga.

Kekurangan

Biaya lebih tinggi: Karet alam adalah metode produksi padat karya, yang meningkatkan biayanya, sehingga kurang hemat biaya.

  • Kualitas bervariasi: Kualitas karet alam dapat bervariasi, tergantung pada metode dan sumber pengumpulan lateks.
  • Daya tahan terhadap bahan kimia yang buruk: Karet alam tidak tahan terhadap bahan kimia dan minyak, sehingga membatasi penggunaannya.
  • Kerentanan terhadap panas: Karet alam rentan terhadap panas, sehingga memengaruhi masa simpannya dan membuatnya tidak layak untuk banyak produk.

Bagaimana Cara Membuat Karet Sintetis?
Karet sintetis adalah polimer elastis buatan yang terbuat dari produk sampingan minyak bumi. Karet sintetis sama seperti karet alam dan digunakan dalam berbagai produk. Karet sintetis lebih unggul dalam hal stabilitas termal, minyak, dan senyawa yang mirip dengan karet alam serta tahan terhadap zat pengoksidasi.

Proses pembuatan karet sintetis secara rinci diberikan di bawah ini

Langkah-1: Polimerisasi
Pembuatan karet sintetis dimulai dengan polimerisasi, yang merupakan reaksi kimia monomer untuk membentuk rantai polimer. Monomer adalah produk sampingan dari minyak bumi, dicampur dengan katalis dan bahan kimia lainnya dan dipanaskan untuk memulai proses polimerisasi. Bahan baku kemudian didinginkan dan membentuk rantai polimer. 

Langkah-2: Peracikan
Dengan rantai polimer yang terbentuk, rantai polimer dicampur dengan berbagai bahan tambahan untuk meningkatkan sifat fisik dan kimia. Pencampuran dilakukan dalam roller mill atau campuran.

Langkah-3: Pembentukan 
Karet yang telah diracik kemudian diberi bentuk yang diinginkan untuk membantu transportasi atau untuk proses pembuatan produk karet lebih lanjut. Ada beberapa metode untuk membentuk karet mentah seperti pencetakan, ekstrusi, dan kalender.

Langkah-4: Vulkanisasi
Karet yang telah dibentuk kemudian dikirim untuk vulkanisasi yang merupakan pemanasan karet dengan aktivator, sulfur, dan akselerator pada suhu 140-200 ° C. Selama proses ini, ikatan silang terbentuk di antara molekul-molekul karet, yang meningkatkan ketahanannya terhadap bahan kimia dan cuaca, kekuatan tarik, dan elastisitas.

Langkah-5: Penyelesaian
Vulkanisasi diikuti dengan perincian, pemangkasan, pelapisan, penggosokan, dan pemberian bentuk akhir pada produk.

Langkah-6: Kontrol Kualitas
Kualitas karet diperiksa secara teratur pada setiap langkah produksi dalam proses produksi lengkap untuk memastikannya memenuhi persyaratan tertentu. Langkah ini mungkin melibatkan pengujian sifat fisik dan ketahanan kimiawi karet. Manufaktur karet menggunakan mesin dan instrumen yang sangat canggih, tetapi keserbagunaan dan penggunaannya yang luas menjadikannya pilihan terbaik untuk produk industri dan konsumen.

Pro dan Kontra Karet Sintetis
Sekarang, mari kita bahas beberapa pro dan kontra dari karet sintetis.

Kelebihan 

  • Hemat biaya: Karet sintetis umumnya lebih murah daripada karet alam karena terbuat dari bahan kimia berbasis minyak bumi, sumber bahan baku yang murah.
  • Ketersediaan: Karet sintetis dapat dibuat dalam skala besar, dan skala ekonomis membuatnya lebih hemat biaya.
  • Daya tahan: Karet sintetis lebih tahan lama, dengan ketahanan terhadap panas, minyak, dan pelapukan yang lebih baik.
  • Ketahanan kimia: Karet sintetis lebih tahan terhadap bahan kimia yang keras daripada karet alam.

Kekurangan

  • Masalah Lingkungan yang Buruk: Produksi karet sintetis menggunakan petrokimia, sumber daya tak terbarukan yang menyebabkan kerusakan lingkungan.
  • Kurangnya kualitas alami: Karet sintetis tidak memiliki kualitas karet alami seperti tekstur yang unik, elastisitas, dan fleksibilitas.
  • Tidak dapat terurai secara hayati: Karet sintetis adalah bahan yang tidak dapat terurai secara hayati sehingga menjadi penyebab polusi.

Kesimpulan
Pasar karet alam dan sintetis bernilai sekitar 30 miliar dolar AS, dan terus berkembang. Proses pembuatan karet bersifat teknis, padat karya, dan sangat terampil, menggunakan tangan dan mesin untuk memproduksinya. Karet tetap menjadi bahan yang tak tergantikan untuk menyelesaikan banyak masalah meskipun ada pro dan kontra. Karakteristiknya yang unik membuatnya berguna di berbagai industri, seperti manufaktur, otomotif, konstruksi, dan perawatan kesehatan. Permintaan karet didorong oleh aplikasi yang beragam dan meningkatnya kebutuhan akan bahan yang tahan lama dan berkelanjutan. Meskipun ada beberapa tantangan, seperti dampak lingkungan dari produksi karet dan fluktuasi harga karet, keunggulan karet membuatnya menjadi bahan penting di pasar global.

Disadur dari: khatabook.com