Menuju Ekonomi yang Berpihak pada Manusia: Membangun Perspektif Humanistik dalam Teori dan Kebijakan Ekonomi

Dipublikasikan oleh Dimas Dani Zaini

19 Maret 2024, 10.00

Sumber: id.wikipedia.org

Ekonomi manusia adalah cara berpikir lain tentang ekonomi dan masa lalu seperti yang baru-baru ini ditemukan dalam buku “Small Is Beautiful: Economics as if People Matted” (1973) karya E. F. Schumacher. Para pendukungnya sering kali mendukung teori ekonomi yang mengutamakan “manusia,” dibandingkan dengan teori ekonomi arus utama yang menekankan dampak finansial terhadap kesejahteraan manusia. Secara khusus, artikel ini melihat panorama yang sangat menarik dari masyarakat dalam perekonomian arus utama, namun juga mencoba memikirkan kembali prinsip-prinsip ekonomi, kebijakan dan organisasi yang terkait dengan pandangan positif dan seimbang terhadap masyarakat.

\ nDeskripsi umum

Manusia ekonomi. ini digambarkan sebagai perspektif yang mengintegrasikan unsur psikologi manusia, filsafat moral, ilmu politik, sosiologi, dan akal sehat ke dalam pemikiran ekonomi tradisional. Sederhananya, ilmu ekonomi modern bertujuan untuk:

Mendeskripsikan, menganalisis, dan mengevaluasi secara kritis institusi dan kebijakan sosial dan ekonomi
pertimbangan budaya (nilai tambah) dan cara meningkatkan kehidupan manusia) memberikan panduan (bukan hanya "ekonomi")

Dalam prosesnya, kebutuhan dasar manusia, hak asasi manusia, hak asasi manusia, komunitas, kerja sama, demokrasi ekonomi, dan kemakmuran ekonomi sebagai kerangkanya. Pada dasarnya ilmu ekonomi manusia bertujuan untuk menggantikan manusia atomistik dengan gambaran kemanusiaan yang lebih holistik. Salah satu pendekatan datang dari psikologi manusia Abraham Maslow.

Disadur dari Artikel : id.wikipedia.org