Menteri Basuki Minta Insinyur Indonesia Terlibat Bangun IKN Nusantara

Dipublikasikan oleh Jovita Aurelia Sugihardja

13 Mei 2024, 10.15

Sumber: kompas.com

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meminta Persatuan Insinyur Indonesia (PII) untuk berkontribusi dalam pelaksanaan program-program pembangunan infrastruktur di Indonesia.  

PII diharapkan dapat berkontribusi dalam dukungan infrastruktur terutama Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. 

Selain di antaranya persiapan Presidensi Indonesia dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 Bali, dan penataan kawasan Mandalika. 

“Kami mengapresiasi program Engineering 20 yang telah disiapkan PII untuk menyukseskan G20 di Bali. Selain itu, kami juga mengharapkan kontribusi PII dalam pembangunan IKN yang ditargetkan menjadi future city of Indonesia," kata Basuki dalam keterangannya, Rabu (26/01/2022). 

."Kita ingin pembangunan IKN ini dapat mencerminkan kecerdasan pembangunan infrastruktur Indonesia ke depan, sehingga pembangunan IKN ini harus dilakukan dengan kualitas yang terbaik menggunakan inovasi teknologi yang mutakhir,” lanjutnya.

Basuki menjelaskan pembangunan infrastruktur di Indonesia ditentukan oleh para insinyur.  
Karena itu, peran dan kompetensi para insinyur diharapkan dapat terus ditingkatkan terutama pada segi perencanaan dan pengawasan. 
"Seiring dengan pembangunan infrastruktur di Indonesia, kualitas para insinyur Indonesia akan menentukan kualitas infrastruktur yang dihasilkan," tuturnya.  

Dalam upaya mempercepat pembangunan infrastruktur Indonesia, diperlukan dukungan inovasi teknologi dan peningkatan jumlah serta kualitas insinyur profesional agar pembangunan infrastruktur dapat berjalan lebih efektif dan efisien serta memiliki kualitas yang baik. 

PII harus mampu mengembangkan suatu sistem untuk meningkatkan kualitas SDM di bidang perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pekerjaan serta mendorong inovasi teknologi bidang infrastruktur. 

Ketua Umum PII Danis Hidayat Sumadilaga mengatakan PII mempunyai dua tugas utama yaitu mengembangkan kompetensi para anggota agar menciptakan para insinyur yang profesional serta memberikan kontribusi pemikiran atau ide yang bisa dikembangkan untuk mendukung pemerintah dalam memajukan bangsa dan negara. 

PII berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan sarjana teknik dan akreditasi program sarjana teknik, meningkatkan para sarjana teknik menjadi insinyur, mendukung upaya peningkatan kuantitas dan kualitas profesi insinyur melalui sertifikasi. 

"Kemudian mendukung registrasi para insinyur melaksanakan praktek keinsinyuran, serta secara internasional mengembangkan mutual recognition insinyur Indonesia,” kata Danis.  

Danis berharap dengan melalui program-program tersebut dan disertai dukungan dari Pemerintah, khususnya Kementerian PUPR, PII dapat berkembang sebagai partner pemerintah dalam mengembangkan pembangunan di Indonesia.

Sumber: www.kompas.com