Menperin: Toyota Siap Produksi Kijang Hybrid di Tanah Air

Dipublikasikan oleh Jovita Aurelia Sugihardja

26 April 2024, 08.54

Sumber: kompas.com

JAKARTA, KOMPAS.com - Toyota Indonesia disebut telah siap untuk melakukan produksi kendaraan bermotor listrik dengan teknologi hibrida pada tahun ini, yang dimulai dari model Kijang. Langkah itu merupakan salah satu implementasi dari komitmen perseroan melalui investasi senilai Rp 28,3 triliun sampai tahun 2024 di dalam negeri yang diterima oleh pemerintah RI. 

Demikian dikatakan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmitha dalam Peresmian Pencapaian Produksi Ekspor 2 Juta Unit Toyota dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (15/2/2022).

"Selain perluasan pasar ekspor, Toyota juga sudah berkomitmen untuk memproduksi beberapa jenis kendaraan elektrifikasi yang akan diawali oleh produksi Kijang Hybrid," katanya. "Kami tentu akan terus mendukung dan mendorong percepatan produk elektrifikasi atau kendaraan bermotor listrik," lanjut Agus. 

Hanya saja belum diketahui waktu, volume produksi, dan rencana ekspor kendaraan listrik yang dibuat di fasilitas PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) tersebut. Tetapi merujuk pernyataan perseroan beberapa waktu lalu, mobil hibrida terkait juga akan menjaring pasar luar negeri. Sehingga, Indonesia bakal menjadi sub-ekspor Toyota untuk beberapa wilayah.

"Tahun ini kami akan memulai aktivitas produksi lokal kendaraan listrik hybrid di Pabrik Karawang, Jawa Barat untuk pasar domestik dan ekspor," kata Direktur Administrasi, Korporasi, dan Hubungan Eksternal TMMIN, Bob Azam.

Dalam kesempatan sama, Agus juga mengungkapkan bahwa seluruh produk Toyota yang ada di Indonesia sudah memiliki kandungan lokal alias local contain sebesar 75 persen. Tentu, hal ini sejalan dengan arahan dan penugasan Presiden RI Joko Widodo tentang pentingnya peningkatan investasi, nilai tambah, dan memperluas pasar ekspor termasuk membuka pasar ekspor baru.
 
"Berkaitan investasi, pada sektor otomotif sepanjang 2021 telah mencatat nilai sebesar Rp 22,5 triuliun naik 220 persen dari total nilai investasi di tahun sebelumnya," kata Agus.

Sumber: otomotif.kompas.com