Menperin Mendorong Optimalisasi Segmen Mobil di Bawah 1.500 cc untuk Mendominasi Pasar Kendaraan Bermotor

Dipublikasikan oleh Jovita Aurelia Sugihardja

20 Maret 2024, 08.16

Sumber: Kemenperin.go.id

Implementasi stimulus Pajak Penjualan atas Barang Mewah yang Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) yang berjalan pada Maret hingga Desember 2021 menunjukkan hasil signifikan terhadap peningkatan penjualan mobil. Pada Maret-November 2021, penjualan mobil yang menjadi peserta program stimulus PPnBM DTP mencapai 428.947 unit, atau meningkat 126,6% dari periode yang sama di tahun selanjutnya, sebanyak 189.364 unit.

Berkat peningkatan penjualan mobil tersebut, industri alat angkut pada triwulan II dan III tahun 2021 juga merasakan dampak positif, dengan pertumbuhan di masing-masing periode tersebut sebesar 45,2% (yoy) dan 27,8% (yoy).

“Selain itu, 319 perusahaan industri komponen tier 1, serta industri komponen tier 2 dan 3 yang sebagian besar merupakan industri kecil dan menengah (IKM) bisa terlibat dalam proses manufaktur dengan adanya kebijakan diskon PPnBM tersebut,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Rabu (5/1).

Menperin menjelaskan, kendaraan bermotor roda empat dengan kapasitas di bawah 1.500 cc dengan harga penjualan yang berada di kisaran Rp 250 juta menguasai segmen pasar sekitar 60%. “Hal ini menunjukkan bahwa kendaraan dengan jenis tersebut mendominasi pasar mobil di dalam negeri, dan sesuai dengan daya beli masyarakat. Sehingga, kami berpendapat bahwa mobil dengan harga di bawah Rp 250 juta bukan lagi merupakan barang mewah, namun telah menjadi bagian dari kebutuhan masyarakat,” jelas Menperin.

Dengan pertimbangan tersebut, Kemenperin mengusulkan agar mobil dengan harga penjualan di bawah Rp 250 juta dan local purchase minimal sebesar 80% tidak dikenai PPnBM mulai tahun 2022. “Menurut kami, hal ini dapat menjaga kelangsungan industri otomotif di tahun 2022 dan selanjutnya. Menteri Perdagangan, Perindustrian, dan Energi menyampaikan: “Paket stimulus DTP PPnBM telah menunjukkan potensi untuk menopang pertumbuhan industri otomotif dalam negeri serta meningkatkan utilisasi dan kinerja sektor suku cadang mobil.”

Tinggi Tingginya kandungan lokal mendukung pertumbuhan manufaktur otomotif sehingga mendukung pertumbuhan sektor dalam negeri,” kata Agus, terutama usaha kecil dan menengah. “Selain itu, industri otomotif Indonesia dengan potensinya kandungan lokal yang tinggi, meningkatkan peluang menjadi basis kendaraan khususnya bagi negara berkembang,” tutup Agus.

Disadur dari: https://kemenperin.go.id/artikel/23071/Dominasi-Pasar-Kendaraan-Bermotor,-Menperin-Usulkan-Optimalisasi-Segmen-Mobil-di-Bawah-1.500-cc