Menperin: Industri Otomotif Mendapat Sorotan Sebagai Sektor Unggulan dalam Ekonomi Nasional

Dipublikasikan oleh Jovita Aurelia Sugihardja

19 Maret 2024, 09.13

Sumber: Kemenperin.go.id

Industri otomotif merupakan salah satu industri besar yang memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Saat ini terdapat 22 perusahaan yang bergerak di bidang industri otomotif roda empat atau lebih di Indonesia.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwan Kartasasmita di Jakarta, Jumat, 19 Februari mengatakan, "Sektor tersebut memiliki total kapasitas produksi tahunan sebesar 2,35 juta unit, mendatangkan nilai investasi Rp 99,16 triliun, dan menyerap tenaga kerja langsung sebanyak 38,39 juta orang."

Menperin juga menyampaikan, potensi industri roda dua dan roda tiga di dalam negeri saat ini berjumlah 26 perusahaan. Total investasi yang dibayarkan sebesar Rp 10,5 triliun, kapasitas produksi 9,53 juta lembar per tahun, dan jumlah karyawan sebanyak 32.000 orang.

“Faktanya, sektor otomotif mempunyai dampak yang luas terhadap lebih dari 1,5 juta orang yang bekerja di seluruh rantai nilai industri,” katanya. Mengingat industri otomotif dinilai memiliki peran penting dan strategis, maka hal ini telah masuk dalam peta jalan “Mewujudkan Indonesia 4.0” yang mana menjadi prioritas dalam penerapan Industri 4.0.

"Produksi produk otomotif dalam negeri telah mampu menembus pasar ekspor ke lebih dari 80 negara di dunia. Pada tahun 2020, ekspor kendaraan rakitan lengkap (CBU) berjumlah 232,17 ribu unit atau senilai 41,73 triliun,” jelasnya.

Sedangkan pengiriman kendaraan dalam keadaan terbongkar seluruhnya (CKD) sebanyak 53,03 ribu unit atau senilai Rp 1,23 triliun, dan total suku cadang sebanyak 61,2 juta suku cadang atau Rp 17,52 triliun. “Dengan adanya program Mewujudkan Indonesia 4.0, industri otomotif dalam negeri bisa menjadi pemain global,” kata Menperin.

Indonesia memang akan menjadi hub ekspor kendaraan baik yang berbahan bakar minyak atau internal Combustion Engine (ICE) maupun kendaraan listrik atau electric vehicle (EV). Ia mengatakan, “Salah satu strategi Automobile 4.0 adalah membangun ekosistem industri kendaraan listrik. Pertama, memperoleh kemampuan manufaktur sepeda motor listrik, kemudian mengembangkan kemampuan manufaktur baterai dan kendaraan listrik sejalan dengan tren global."

Pak Agus menyampaikan bahwa akibat dampak pandemi COVID-19, pemerintah telah melakukan berbagai langkah dan insentif di sektor ini untuk meningkatkan produktivitas, penjualan dan daya saing industri otomotif dalam negeri. Misalnya saja insentif pengurangan PPnBM untuk segmen kendaraan dengan CC kurang dari 1500, yakni kendaraan listrik kategori sedan dan 4x2.

“Langkah ini diambil karena pemerintah ingin kembali mendorong pertumbuhan industri otomotif dan memastikan tetap menjadi sektor yang memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional,” ujarnya.

Pemberian insentif PPnBM akan dilakukan secara bertahap selama sembilan bulan, dengan masing-masing tahap berlangsung selama tiga bulan. Tahap pertama akan diberikan insentif PPnBM sebesar 100% dari tarif, tahap kedua akan diberikan insentif PPnBM sebesar 50% dari tarif, dan tahap ketiga akan diberikan  insentif PPnBM sebesar 25% dari tarif.

Ia mengatakan, "Besaran insentif ini akan dievaluasi setiap tiga bulan. Kebijakan ini diyakini akan mendongkrak sisi permintaan industri otomotif.". Menteri AGK optimis kebijakan strategis ini akan mempercepat pemulihan industri dalam negeri dan perekonomian nasional dari pandemi COVID-19.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak/Ibu yang telah menjadi tuan rumah pameran virtual Indonesia International Motor Show (IIMS) tahun ini. Karena peranannya sangat strategis,” jelasnya.

Lanjut Menperin, dengan pengalaman baru pameran mobil virtual, IIMS 2021 diharapkan menjadi ajang menampilkan teknologi terkini dan pameran kendaraan industri otomotif Indonesia. “Kami berharap rangkaian pameran dengan berbagai program dan promosi menarik ini dapat menjadi barometer baru pameran otomotif internasional dan menambah semangat industri otomotif dalam negeri,” tutupnya.

Disadur dari: https://www.kemenperin.go.id/artikel/22297/Menperin:-Industri-Otomotif-Jadi-Sektor-Andalan-Ekonomi-Nasional