Mengoptimalkan Kinerja Organisasi: Pentingnya Tata Kelola TI

Dipublikasikan oleh Muhammad Ilham Maulana

26 Maret 2024, 10.00

Sumber: www.shutterstock.com

Di era digital saat ini, pengelolaan teknologi informasi (TI) yang efektif menjadi sangat penting bagi organisasi untuk berkembang. Di sinilah tata kelola TI berperan, sebagai bagian dari tata kelola perusahaan, yang secara khusus berfokus pada kinerja dan manajemen risiko TI.

Inti dari tata kelola TI terletak pada penyelarasan strategi TI dengan tujuan organisasi sambil memastikan penciptaan nilai dan mitigasi risiko. Secara historis, keputusan TI sering kali diserahkan kepada manajemen TI saja, sehingga berpotensi menimbulkan konflik antara tujuan TI jangka pendek dan kepentingan organisasi yang lebih luas. Untuk mengatasi hal ini, tata kelola TI melibatkan semua orang di dalam organisasi, mulai dari anggota dewan hingga staf, pelanggan, dan regulator.

Pada intinya, tata kelola TI berusaha menjawab pertanyaan: bagaimana kita dapat mencapai hasil maksimal dari sumber daya TI kita? Ini bukan hanya tentang mengelola TI; namun juga tentang memanfaatkan TI untuk menciptakan nilai bagi para pemangku kepentingan. Di sinilah kerangka kerja seperti AS8015 dan ISO/IEC 38500 berperan, memberikan panduan untuk tata kelola TI yang efektif.

Namun, tata kelola TI sering disalahpahami, dengan kebingungan yang muncul antara tata kelola, manajemen, kepatuhan, dan kontrol. Sementara manajemen TI berfokus pada aspek operasional TI, tata kelola adalah tentang menetapkan arah dan memastikan penyampaian nilai.

Salah satu tantangan utama dalam tata kelola TI adalah pendelegasian tanggung jawab. Meskipun direktur memegang kendali utama, mereka sering mendelegasikan tata kelola TI kepada manajemen, dengan harapan mereka dapat mengembangkan kemampuan yang diperlukan. Terlepas dari upaya untuk mengelola kinerja dan menciptakan nilai, penelitian menunjukkan bahwa tata kelola perusahaan saja mungkin tidak cukup untuk mencegah penipuan, menyoroti perlunya pengawasan yang lebih baik.

Untuk menerapkan tata kelola TI yang efektif, organisasi dapat menggunakan berbagai kerangka kerja seperti COBIT, IGPMM, dan ISO/IEC 38500. Kerangka kerja ini menyediakan model dan proses untuk mengatur sumber daya TI yang selaras dengan tujuan organisasi.

Dalam hal pengembangan profesional, sertifikasi seperti CGEIT dan COBIT5 menawarkan kesempatan kepada para profesional untuk menunjukkan keahlian mereka dalam tata kelola dan manajemen TI.

Kesimpulannya, tata kelola TI memainkan peran penting dalam mengoptimalkan kinerja organisasi dengan memastikan bahwa sumber daya TI selaras dengan tujuan strategis, menciptakan nilai bagi para pemangku kepentingan, dan memitigasi risiko secara efektif. Dengan menerapkan tata kelola TI, organisasi dapat menavigasi kompleksitas lanskap digital dengan penuh percaya diri dan kejelasan.


Disadur dari: en.wikipedia.org