Mengenal Ilmu Petrologi, Cabang Ilmu Geologi

Dipublikasikan oleh Farrel Hanif Fathurahman

29 Mei 2024, 20.19

Bagian tipis butiran pasir vulkanik terlihat di bawah mikroskop - Wikipedia

Studi tentang batuan dan mineralogi, kandungan, tekstur, struktur, dan keadaan pembentukannya dikenal sebagai petrologi (dari bahasa Yunani Kuno πέτρoς (pétros) 'batuan' dan -λογία (-logía)'studi tentang'). Petrologi beku, metamorf, dan sedimen adalah tiga subkategori petrologi. Karena petrologi beku dan metamorf sangat bergantung pada kimia, teknik kimia, dan diagram fase, keduanya sering diajarkan secara bersamaan. Karena petrologi sedimen mempelajari proses pembentukan batuan sedimen, petrologi sedimen sering diajarkan bersamaan dengan stratigrafi. Kimia menjadi semakin penting dalam petrologi sedimen modern.

Petrografi dan litologi dulunya merupakan istilah yang hampir dapat dipertukarkan, namun dalam penggunaan modern, petrografi adalah spesialisasi yang berhubungan dengan detail mikroskopis, dan litologi berkonsentrasi pada sampel batuan makroskopis atau skala singkapan batuan.

Litologi, atau lebih tepatnya mud logging, adalah istilah yang digunakan dalam industri perminyakan untuk menggambarkan gambaran visual formasi geologi yang dibor dan dicatat pada log yang dikenal sebagai log lumpur. Stek diambil, diperiksa (biasanya dengan mikroskop 10×), dan, jika perlu, dianalisis secara kimia saat stek tersebut beredar keluar dari lubang bor.

Untuk mengkarakterisasi susunan dan struktur batuan, petrografi, analisis kimia, mineralogi optik, dan mineralogi semuanya digunakan dalam petrologi. Untuk lebih memahami asal usul batuan, ahli petrologi juga memasukkan gagasan geokimia dan geofisika melalui studi tren dan siklus geokimia, serta pemanfaatan data dan eksperimen termodinamika.

Tiga cabang petrologi—beku, metamorf, dan sedimen—mewakili tiga jenis batuan yang berbeda, sedangkan cabang keempat berfokus pada metode eksperimental.

  • Ilmu yang mempelajari batuan beku, yang sebagian besar terdiri dari mineral seperti granit dan basal yang mengkristal dari batuan cair atau magma, dikenal sebagai petrologi beku. Batuan vulkanik dan plutonik merupakan contoh batuan beku.
  • Batuan seperti batu pasir, serpih, atau batu kapur yang tersusun dari pecahan atau partikel batuan lain atau endapan biologis atau kimia yang sering disatukan dalam matriks material yang lebih halus dikenal sebagai batuan sedimen. Petrologi sedimen adalah studi tentang komposisi dan struktur batuan sedimen.
  • Studi tentang petrologi metamorf berkaitan dengan komposisi dan tekstur batuan yang mengalami perubahan kimia, mineralogi, atau tekstur sebagai akibat dari tekanan, suhu, atau keduanya. Contoh batuan tersebut antara lain batu tulis, marmer, gneiss, atau sekis. Protolit, atau batuan awal, dapat berupa batuan apa pun sebelum berubah.
  • Peralatan bertekanan tinggi dan bersuhu tinggi digunakan dalam petrologi eksperimental untuk mempelajari hubungan fasa dan geokimia bahan alami atau buatan pada suhu dan tekanan tinggi. Menyelidiki batuan dari kerak bawah dan mantel atas—yang jarang muncul ke permukaan dalam kondisi sempurna—melalui eksperimen sangatlah membantu. Mereka juga merupakan salah satu tempat terbaik untuk mencari informasi tentang batuan yang sama sekali tidak dapat diakses, termasuk batuan yang ditemukan di mantel bawah Bumi, mantel planet kebumian lainnya, dan Bulan. Pengetahuan kontemporer tentang proses batuan beku dan metamorf telah dibangun berdasarkan karya para ahli petrologi eksperimental.

Disadur dari:

https://en.wikipedia.org