Mengantisipasi Prospek Jurusan Perminyakan dalam 10 Tahun ke Depan

Dipublikasikan oleh Muhammad Ilham Maulana

19 April 2024, 08.17

Sumber: www.cnnindonesia.com

Momen perburuan bangku kuliah telah dimulai sejak awal tahun. Dari laman resmi Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2021 membuka pendaftaran hingga besok (24/2) dan pengumuman hasil pada 22 Maret 2021. Sedangkan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2021 membuka pendaftaran pada 15 Maret - 1 April 2021 untuk kemudian tes pada April-Mei 2021 dan pengumuman di 14 Juni 2021.

Pilihan jurusan ada di tangan mahasiswa, paling lambat mempertimbangkan berbagai aspek minat dan kemampuan untuk menjamin masa depan yang cerah. Melihat data yang ada, nampaknya teknik saat ini mendapat cukup banyak perhatian dari calon mahasiswa. Konsultan manajemen dan SDM Yodhia Antariksa memperkirakan saat ini tingginya kebutuhan di bidang teknik, khususnya di bidang kelistrikan dan sipil, mengingat pekerjaan pembangunan saat ini sedang gencar-gencarnya dilakukan.

Di bidang teknik perminyakan, profesi ini dinilai tidak lagi memiliki masa depan cerah seperti dulu. Pasalnya, lanjut Yodhia, sumber energi tak terbarukan akan tergantikan oleh sumber energi terbarukan di masa depan. "Minyak turun." Perusahaan-perusahaan minyak raksasa dunia menyatakan bahwa minyak tidak akan digunakan secara luas dalam 50-60 tahun mendatang. Semua orang menggunakan sumber energi terbarukan," kata Yodhia kepada, menurut CNNIndonesia.com, Selasa (23 Februari).

Misalnya angin digunakan untuk menggerakkan turbin sehingga dapat menghasilkan energi. Menurut Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi (2009), potensi energi angin Indonesia sebesar 9.290 MW. Energi Panas Bumi Indonesia mempunyai potensi energi yang menjanjikan dari pemanfaatan energi panas bumi. Potensi panas bumi Indonesia sebesar 27.000 MW. Namun hingga tahun lalu, perusahaan minyak sepertinya masih dianggap 'kinclong' dari calon mahasiswa. Data SBMPTN 2020 membuktikan Teknik Perminyakan masih menjadi favorit sehingga persaingan semakin ketat.

Menurut website CNNIndonesia.com dengan mengambil sampel 10 universitas dengan jurusan teknik perminyakan. Peluang dihitung dari ketersediaan dan jumlah peminat.

Universitas Negeri Padang
Daya tampung: 16 orang
Peminat: 554 orang
Peluang: 2,89 persen

UPN Veteran Yogyakarta
Daya tampung: 87 orang
Peminat: 1.425 orang
Peluang: 6,11 persen

Universitas Sriwijaya, Palembang
Daya tampung: 60 orang
Peminat: 912 orang
Peluang: 6,58 persen

Universitas Hasanuddin, Makassar 
Daya tampung: 54 orang
Peminat: 768 orang
Peluang: 7,03 persen

Universitas Jambi
Daya tampung: 18 orang
Peminat: 198 orang
Peluang: 9,09 persen

Universitas Mulawarman, Samarinda
Daya tampung: 25 orang
Peminat: 206 orang
Peluang: 12,14 persen

Universitas Jember
Daya tampung: 31 orang
Peminat: 187 orang
Peluang: 16,58 persen

Universitas Tanjungpura, Pontianak
Daya tampung: 23 orang
Peminat: 100 orang
Peluang: 23 persen

Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin
Daya tampung: 34 orang
Peminat: 120 orang
Peluang: 28,33 persen

Universitas Khairun, Maluku Utara
Daya tampung: 25 orang
Peminat: 79 orang
Peluang 31,65 persen

Dari sampel data ini terlihat persaingan masuk jurusan teknik perminyakan di Universitas Negeri Padang terbilang sangat ketat. Lihat saja, peluang masuk begitu kecil, 'hanya' 2,89 persen tahun lalu. Pun untuk SBMPTN tahun ini, daya tampung universitas jumlahnya tidak berbeda jauh dengan tahun lalu. Tahun ini, misal, UPN Veteran Yogyakarta menyediakan 85 kursi untuk jurusan teknik perminyakan.
 

Sumber: www.cnnindonesia.com