Menembus Tantangan: Industri Pertahanan Menghadapi Tiga Hambatan dalam Membangun Alutsista

Dipublikasikan oleh Jovita Aurelia Sugihardja

12 Maret 2024, 08.51

Sumber: kompas.com

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Operasi Strategis Pertahanan Indonesia (Lesperssi) Rizal Darma Putra menyebutkan tiga tantangan yang dihadapi industri pertahanan dalam membangun kapasitas alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI. “Menghadapi tantangan dari segi kualitas, memastikan nilai penjualan, dan ketepatan waktu,” kata Rizal saat konferensi pers virtual, Kamis (24 Juni 2021). mendapatkan banyak dukungan, memperkuat kekuatan pertahanan.

Misalnya, dukungan finansial berkelanjutan dari pemerintah dan perbankan. Menurutnya, kedua unit ini akan membutuhkan banyak dukungan.

“Mereka akan bersatu,” kata Rizal.

Di sisi lain, Rizal beranggapan bahwa tentara juga bisa dibentuk. mengimpor alutsista dari luar negeri.

Tapi pikirkanlah. pembelian peralatan pemeliharaan. “Pembelian alat pelindung diri harus jelas dalam perencanaan pengadaannya,” ujarnya. Rizal juga mengatakan, sebagian besar peralatan pertahanan dan pertahanan negara (alpalhankam) berasal dari produk luar negeri. Oleh karena itu penting bagi pengambil kebijakan untuk memperhatikan partisipasi negara-negara produsen dalam membangun industri pertahanan ketika membeli pertahanan dan alutsista.

"Ya, tentu saja produk luar negeri dapat digunakan sebagai berikut syarat : Proteksi “Kita harus masuk ke industri,” tegasnya.

Sebelumnya Kementerian Pertahanan (Kemenhan) berencana membeli alutsista dengan anggaran Rp 1,7 triliun dalam dokumen resep presiden (Raperpres) rapat pertahanan .dan kebutuhan alutsista Kementerian Dalam Negeri dan TNI pada tahun 2024. Dalam model ini, alutsista dapat diperoleh melalui pinjaman luar negeri atau disebut utang.

Disadur dari : https://nasional.kompas.com/read/2021/06/25/13115261/industri-pertahanan-hadapi-tiga-tantangan-dalam-membangun-alutsista