Mendukung Pertumbuhan Kawasan Industri Nikel: Proyek Jalan Marosi-Lasolo Dipercepat

Dipublikasikan oleh Jovita Aurelia Sugihardja

24 April 2024, 08.34

Sumber: kompas.com

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau pembangunan ruas Jalan Morosi-Lasolo di Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara, Senin (27/12) 2021). 

Penanganan Jalan Morosi sepanjang 17 kilometer untuk meningkatkan konektivitas dari Konawe ke Konawe Utara guna mendukung pengembangan kawasan industri nikel di Konawe. 

Dalam tinjauannya, Basuki meminta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tenggara, Direktorat Jenderal Bina Marga sebagai penanggung jawab untuk mempercepat penyelesaian Jalan Morosi-Lasolo. 

"Saya ingin pembangunan Jalan Morosi - Lasolo bisa dipercepat penyelesaiannya karena jalan poros ini memberikan manfaat yang sangat besar," kata Basuki dalam keterangannya, Selasa (28/12/2021).  Penanganan Segmen Jalan Morosi dimulai pada tahun 2020 secara bertahap dengan panjang 4,5 kilometer. Pada TA 2021-2022, dilanjutkan dengan penanganan sepanjang 16,9 kilometer meliputi rekonstruksi jalan 3,2 kilometer, dan pelebaran jalan 13,7 kilometer, 

Lalu pelebaran jembatan 20,6 meter, pemeliharaan rutin jalan 4,5 kilometer dan pemeliharaan jembatan 134,8 meter. Adapun progres penanganan fisik untuk TA 2021-2022 mencapai 18,6 persen. 

Pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan bertujuan untuk memangkas biaya logistik agar daya saing produk Indonesia meningkat. 

Untuk itu, penyelesaian pekerjaan ini harus dipercepat dengan tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat. 
"Akses jalan yang semakin baik juga akan menunjang perekonomian masyarakat di kawasan sekitar," tuturnya.  

Dengan adanya jalan poros tersebut, kondisi jalan dalam kota juga bisa lebih awet, karena kendaraan besar memiliki jalur alternatif. 

Sehingga pada akhirnya diharapkan juga akan menekan angka kecelakaan lalu lintas di jalur tersebut. 

"Sekali lagi tolong dipercepat, langgamnya rock on roll, jangan keroncong. Tetapi jangan korbankan kualitas beton karena pasti nanti di sini akan banyak kendaraan over dimension over load (ODOL)," ucapnya.  

Pembangunan Jalan Morosi menggunakan anggaran APBN senilai Rp 139,9 miliar dikerjakan oleh kontraktor PT Yasa Patria Perkasa-PT Gangking Raya (KSO). 

Sesuai kontrak, ditargetkan serah terima sementara pekerjaan atau Provisional Hand Over (PHO) konstruksi Jalan Morosi pada Desember 2022.

Sumber: www.kompas.com