Memahami Industri Hulu Minyak dan Gas serta Langkah-langkahnya dari Awal hingga Akhir

Dipublikasikan oleh Muhammad Ilham Maulana

23 Februari 2024, 09.23

Sumber: Foto: Dok. Pertamina Hulu Energi

Secara umum, industri minyak dan gas (migas) melibatkan lima tahapan, yaitu eksplorasi, produksi, pengilangan, pengangkutan, dan pemasaran. Tahapan ini terbagi menjadi dua sektor, yaitu hulu (upstream) dan hilir (downstream). Dimana migas merupakan bagian dari proses produksi migas . itu terjadi sebelum minyak. dan gas mencapai konsumen akhir. Sementara itu, migas merupakan tahap hilir akhir yang meliputi kegiatan pengilangan, pengangkutan, dan pemasaran. Di Indonesia, operasional hulu migas berada di bawah kewenangan Satuan Kerja Khusus Migas (SKK Migas) di bawah instruksi, koordinasi, dan supervisi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Kegiatan hulu migas mencakup eksplorasi, pengembangan, produksi/eksploitasi, dan budidaya lapangan migas. Berikut adalah penjelasan masing-masing langkah:

1. Eksplorasi.

Eksplorasi dalam operasi hulu migas dimulai dengan pencarian minyak bumi di dalam perut bumi. Operator yang telah memiliki perjanjian kerja sama dengan pemerintah memulai eksplorasi migas dengan melakukan survei geologi dan geofisika. Survei geologi bertujuan untuk memahami struktur batuan di bawah tanah, sementara survei geofisika digunakan untuk memahami sifat-sifat batuan. Dengan cara ini, kemungkinan lokasi cadangan migas dapat ditemukan. Proses penelitian dilanjutkan dengan survei seismik untuk mencari endapan. Untuk memastikan apakah deposit tersebut mengandung minyak dan gas, diperlukan pengeboran. Setelah pengeboran berhasil, karakteristik hidrokarbon, batuan, dan konsentrasi minyak dan gas dapat dipastikan, dan proses produksi minyak dan gas dapat dimulai.

2. Produksi Minyak dan Gas.

Produksi minyak dan gas adalah proses membawa minyak dan gas ke permukaan, dilakukan dalam tiga tahap:

  • Pemulihan primer, metode pembuatan sumur dengan menggunakan tekanan reservoir yang ada secara alami dengan menggunakan pompa untuk membuat kolom fluida menjadi lebih ringan sehingga oli dapat mengalir.
  • Pemulihan sekunder, penghilangan oli dengan cara menginjeksikan fluida sehingga sisa oli dapat tergeser, dilakukan dengan mengompresi air atau gas.
  • Pemulihan tersier, langkah yang dilakukan untuk meningkatkan mobilitas fluida di dalam reservoir ketika pemulihan sekunder tidak lagi cukup untuk menghasilkan minyak dan gas secara ekonomis. Teknik ini biasa disebut Enhanced Oil Recovery (EOR).

3. Lifting Migas.

Operasi hulu migas diakhiri dengan proses pengangkatan, yaitu penyerahan minyak atau gas bumi dari produsen ke pembeli. SKK Migas melakukan proses perhitungan ekstraksi minyak dan gas secara transparan.

 

Disadur dari: https://kumparan.com/berita-bisnis/mengenal-industri-hulu-migas-dan-tahapan-kegiatannya-dari-awal-hingga-akhir-20pOEJber4U/full