Melawan Gelombang Impor: Kemenperin Mendorong Pemakaian Produk Logam Ber-SNI untuk Stabilisasi Pasar

Dipublikasikan oleh Jovita Aurelia Sugihardja

08 Maret 2024, 08.34

Sumber: kompas.com

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perdagangan, Perindustrian, dan Energi terus mendorong industri logam agar berperan penting dalam perekonomian nasional. Selain itu, kebutuhan baja di pasar domestik dan ekspor semakin meningkat.

“Industri logam meningkat 11,46% karena meningkatnya permintaan ekspor. Oleh karena itu, pemerintah memutuskan untuk terus melindungi industri nasional dari masuknya produk impor, kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam pengumuman resmi yang dikutip Kompas. .com pada Minggu (20 April 2021).

Menteri Perindustrian meyakinkan perlu adanya perangkat untuk merangsang daya saing produk dalam negeri, termasuk sektor industri logam, dengan tetap menjaga kesehatan dan keselamatan konsumen dan lingkungan.

"Dengan tetap mengikuti prinsip-prinsip yang benar dalam perdagangan internasional, penerapan wajib SNI dapat bertujuan untuk meningkatkan akses pasar luar negeri dan menurunkan tarif impor," tegasnya.

Dalam hal penerapan SNI, penerapan perangkat berfokus pada hasil yang berkaitan dengan keselamatan, kesehatan, keamanan, dan lingkungan hidup (K3L). “Perlu diciptakan lingkungan usaha yang baik dan kompetitif untuk meningkatkan kekuatan dan kekuatan SNI.” Ia menyebutkan, nilai impor produk HS tersebut sebesar Rp102 triliun, turun dibandingkan tahun 2019 sebesar Rp133 triliun.
\ nMeski terjadi penurunan nilai impor, kini terdapat 147 kode HS di seluruh SNI, yaitu 28 untuk sektor logam. " dia berkata.

Untuk itu, tambahnya, perlu dilakukan dukungan terhadap pertumbuhan industri baja Tanah Air. perhatian semua pihak yang berkepentingan.

"Hal ini untuk mencegah pasar dalam negeri dibanjiri produk impor yang kualitasnya rendah," kata Doddy.

Ia menambahkan, penerapan mandat SNI produk logam bertujuan untuk mencapai target substitusi impor sebesar 35% pada tahun 2022. “Pembatasan impor harus diperkuat, terutama untuk produk yang dapat diproduksi oleh industri dalam negeri”. Ia menambahkan:

Kementerian Perindustrian menargetkan sektor industri logam tumbuh sebesar 3,54% pada tahun 2021. Hal ini menunjukkan bahwa industri baja merupakan sektor yang sangat kuat yang mampu bertahan di tengah pandemi Covid-19.19 dan siap meningkatkan aktivitasnya. keterampilan Ada kesepakatan lain tahun ini.

Sementara itu, Aan Eddy Antana, Direktur Balai Penelitian dan Standardisasi Industri (Baristan) Surabaya, saat mengunjungi PT Sunrise Steel beberapa waktu lalu mengatakan, ketersediaan infrastruktur dan sumber daya manusia di industri Surabaya sangat baik. Baristand berkomitmen mendukung pemerintah dalam mencapai tujuan substitusi impor dan meningkatkan daya saing industri logam dalam negeri. itu di sana Kami mendukung substitusi produk logam impor.

"Di LSPro kami telah mampu melakukan sertifikasi 33 jenis produk logam SNI dan 17 jenis produk logam dasar dan produk logam struktur untuk LSSM (Sertifikat Manajemen Mutu)," ujarnya.

Saat ini Laboratorium Uji Baristand Industri Surabaya dapat menguji 50 produk logam yang telah diuji SNI dan permintaan pelanggan.

"Dalam waktu dekat, mengingat permintaan yang semakin meningkat dari tahun ke tahun, kami berencana meningkatkan cakupan sertifikasi dan pengujian produk logam untuk memudahkan industri dalam negeri dalam melakukan sertifikasi produknya," kata Aan. 

Disadur dari :  https://money.kompas.com/read/2021/04/20/171300326/tekan-serbuan-impor-kemenperin-dorong-penggunaan-produk-logam-ber-sni