Melangkah Bersama: Industri Alat Kesehatan dan Farmasi Berintegrasi dalam Program Industri 4.0

Dipublikasikan oleh Jovita Aurelia Sugihardja

15 Februari 2024, 09.02

Sumber: kompas.com

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memasukkan industri alat kesehatan dan industri farmasi sebagai bidang prioritas pengembangan Produksi 4.0 Indonesia. Sebelumnya, pemerintah mengidentifikasi 5 sektor industri 4.0 yaitu. industri makanan dan minuman, industri tekstil dan pakaian, industri otomotif, industri kimia dan elektronik. “Masuknya industri alat kesehatan dan farmasi ke dalam prioritas pembangunan Manufaktur Indonesia 4.0 merupakan salah satu upaya Kementerian Perindustrian untuk segera terwujudnya Indonesia mandiri di bidang kesehatan,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. pernyataan tertulis Minggu (21 Juni 2020).

Agus menambahkan, kemandirian Indonesia di bidang industri alat kesehatan dan farmasi menjadi penting apalagi di tengah krisis kesehatan saat ini. Alat kesehatan dan industri farmasi mempunyai permintaan yang tinggi di tengah pandemi Covid-19. Ia menilai, industri alat kesehatan dan farmasi harus didorong agar mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri sendiri.

Kemandirian industri alat kesehatan dan farmasi diharapkan dapat mendorong program pengurangan impor hingga 35 persen pada akhir tahun 2022. “Inovasi dan penerapan Industri 4.0 pada industri alat kesehatan dan farmasi dapat meningkatkan produktivitas ,; kata Menteri Perindustrian. Kementerian Perindustrian mengaku terus berupaya meningkatkan daya saing industri alat kesehatan dan farmasi dengan mendorong perubahan teknologi berbasis digital.

Pemanfaatan teknologi digital dimulai dari tahap produksi hingga distribusi ke konsumen. Program Making Indonesia 4.0 membantu perusahaan industri beradaptasi dengan kondisi yang ada. Di masa pandemi Covid-19, penerapan Industri 4.0 memudahkan penerapan protokol kesehatan industri. “Melalui digitalisasi, perusahaan dapat mengelola proses kerja dan sumber daya manusianya serta tetap produktif,” ujarnya.

Pada tahun 2019, Kementerian Perindustrian meluncurkan Indeks Kesiapan Industri 4.0 Indonesia atau INDI 4.0. Dengan INDI 4.0, perusahaan industri melakukan penilaian independen untuk mengukur kesiapan mereka menuju Industri 4.0. Guna meningkatkan kesiapan industri, Kementerian Perindustrian telah memulai tindak lanjut INDI 4.0, yakni pembangunan Ekosistem Indonesia 4.0 atau SINDI 4.0. Ekosistem ini menjadi wadah untuk menciptakan sinergi dan kerja sama antar pihak guna mempercepat proses perubahan industri 4.0.


Disadur dari: https://money.kompas.com/read/2020/06/22/113100226/industri-alat-kesehatan-dan-farmasi-masuk-ke-program-industri-4.0?page=all