Melampaui Tantangan Pandemi: Kinerja Industri Otomotif Tetap Berakselerasi

Dipublikasikan oleh Jovita Aurelia Sugihardja

19 Maret 2024, 09.14

Sumber: kompas.com

Jakarta, KOMPAS.com - Menteri Perindustrian Agus Gumiwan Kertasasmita mengatakan kinerja industri otomotif mampu melesat di tengah dampak pandemi COVID-19.

Hal ini terlihat dari pertumbuhan industri alat transportasi yang mencapai 27,84% pada triwulan III tahun 2021.

"Industri alat transportasi mencatat pertumbuhan dua digit ini  selama dua kuartal berturut-turut. Dugaan saya, sektor ini berkembang sangat pesat," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwan Kartasasmita dalam siaran resmi pada Kamis, 11 Desember 2021.

Pak Agus menyampaikan bahwa penjualan di industri otomotif juga meningkat pesat.

Penjualan ritel Januari-September 2021 mencapai 600.344 unit, naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 407.390 unit.

“Peningkatan yang sangat kuat ini menunjukkan pemulihan ekonomi berada pada jalur yang tepat,” ujarnya.

Pak Agus menambahkan, industri otomotif telah menjadi sektor prioritas untuk dikembangkan sesuai peta jalan “Wujudkan Indonesia 4.0” karena dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian nasional.

Potensi industri otomotif saat ini didukung oleh 21 perusahaan industri otomotif roda empat ke atas dengan total investasi Rp 71,35 triliun.

“Total kapasitas produksi sebesar 2,35 juta unit per tahun, mempekerjakan tenaga kerja langsung sebanyak 38.000 orang dan lebih dari 1,5 juta orang yang bekerja sepanjang rantai nilai di sektor industri,” kata Menperin.

Selain itu, Indonesia merupakan pasar produk otomotif terbesar di ASEAN, lanjutnya.

Hal ini merupakan peluang untuk mengembangkan dan melakukan industrialisasi kendaraan listrik yang hemat energi, ramah lingkungan, dan sejalan dengan tren global yang berkembang.

“Kami berupaya memproduksi kendaraan ramah lingkungan, termasuk yang berbasis kendaraan listrik. Kami juga memiliki program LCGC yang mencakup lompatan teknologi hidrogen,” kata Agus.

Agus juga mengapresiasi kepemimpinan dan dukungan Presiden Joko Widodo dalam pelonggaran Pajak Konsumsi Atas Barang Mewah Dibiayai Negara (PPnBM DTP) yang dapat memberikan dampak signifikan terhadap pemulihan sektor otomotif dan meningkatkan kepercayaan diri para pelaku industri.

Hal ini terlihat dari nilai Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada Oktober 2021 yang mencapai 57,2 yang merupakan nilai tertinggi selama pandemi COVID-19.

“Ini merupakan indikator kuat bahwa sektor industri telah memasuki fase ekspansi,” kata Agus.

Hingga saat ini, peserta program PPnBM DTP telah memperkuat kinerja 319 perusahaan di industri komponen lapis pertama yang sebagian besar masuk dalam kategori UKM, di industri komponen lapis kedua dan ketiga, hal ini akan berkontribusi pada perbaikan (IKM).

Agus menyatakan memenuhi syarat penggunaan komponen lokal (pembelian lokal) dalam proses produksi minimal 60%.

“Hal ini tentunya juga akan berdampak positif terhadap pemulihan industri otomotif. Industri otomotif juga akan memiliki sinergi yang cukup luas dengan industri lain yang pada akhirnya dapat mengembalikan momentum perekonomian nasional,” kata Agus.

Disadur dari: https://money.kompas.com/read/2021/11/11/175713326/meski-di-tengah-pandemi-kinerja-industri-otomotif-melaju-kencang?page=all