Melalui Digitalisasi, Laba Bersih Krakatau Steel Melesat Menjadi Rp 1,05 Triliun

Dipublikasikan oleh Jovita Aurelia Sugihardja

06 Maret 2024, 07.19

Sumber: kompas.com

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk mencatatkan laba Rp 1,05 triliun pada Oktober 2021. Silmy Karim, Presiden Direktur Krakatau Steel, mengatakan kinerja perseroan diraih berkat digitalisasi. Digitalisasi yang terjadi di Krakatau Steel berdampak positif terhadap peningkatan operasional, dan pada Oktober 2021 perseroan membukukan laba Rp 1,05 triliun, ujarnya pada acara grand opening pasar KRASmart yang digelar di Jakarta, Jumat (26). . /11/26). Rilis tersebut: 2021). Pada periode tersebut, pendapatan perseroan meraup Rp 26,5 triliun, meningkat 73,19% dibandingkan Rp 15,3 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Baca Juga: Untuk memudahkan pelanggan membeli baja, Krakatau Steel meluncurkan KRASmart Marketplace. Salah satu upaya digitalisasi terkini yang dilakukan perusahaan adalah KRASmart Marketplace.

Aplikasi ini diluncurkan untuk memudahkan pelanggan perusahaan dalam berbelanja. Kami menjual produk baja Krakatau dan Grupo dari atas hingga bawah. “Pelanggan cukup mengunduh aplikasinya di Google Play Store atau App Store,” kata Silmi. Pasar KRASmart seperti pasar tempat Anda bisa membeli barang konsumsi (produk jadi). Menurutnya, perusahaan harus memberikan yang terbaik untuk Indonesia karena negara harus mandiri. Oleh karena itu, KRASmart Marketplace akan menjadi platform perdagangan digital produk baja bagi pengusaha baja dalam negeri.

Selanjutnya, Krakatau Steel akan menciptakan ekosistem KRASmart Marketplace untuk industri baja Indonesia dan sekitarnya. Selain KRASmart Marketplace, inisiatif digital seperti Sales Go!, Digital Control Tower, KRASmart Connect dan KRASsoptima telah diterapkan. harga! Sistem pemasaran berbasis cloud untuk mengelola upaya pemasaran perusahaan. Dalam kasus Menara Kontrol Digital, ini adalah panel kontrol dan pusat komando yang menawarkan visualisasi data dan keputusan yang diambil oleh perusahaan dengan cara yang cepat, akurat dan kuantitatif. Dengan demikian, KRASmart Connect merupakan platform B2B order-to-cash (O2C) yang memberikan visibilitas informasi dan akses terhadap pesanan, invoice, pengiriman dan invoice (faktur). Saat ini, KRASs optima merupakan machine learning yang dapat memprediksi harga baja di masa depan untuk menentukan keuntungan perusahaan.
 

Disadur dari: https://www.kompas.com/properti/read/2021/11/27/050000321/berkat-digitalisasi-krakatau-steel-raup-laba-bersih-rp-1-05-triliun