Pendahuluan
Dalam sistem perencanaan dan pengendalian produksi berbasis MRP II, setiap rencana produksi tidak cukup hanya disusun berdasarkan kebutuhan pasar atau target bisnis. Seluruh rencana tersebut harus divalidasi terhadap kapasitas nyata yang dimiliki organisasi. Tanpa validasi kapasitas, rencana produksi berisiko menjadi tidak realistis dan sulit dieksekusi.
Manajemen kapasitas hadir sebagai pasangan logis dari perencanaan produksi, mulai dari perencanaan bisnis hingga eksekusi di lantai produksi. Artikel ini membahas konsep, jenis, serta tahapan manajemen kapasitas dalam kerangka MRP II, dengan fokus pada bagaimana kapasitas dihitung, dibandingkan, dan dikendalikan.
Peran Manajemen Kapasitas dalam Sistem MRP II
Dalam MRP II, perencanaan produksi bergerak dari level strategis hingga operasional. Setiap level perencanaan harus diuji dengan satu pertanyaan utama, yaitu apakah kapasitas yang tersedia mampu memenuhi kebutuhan produksi yang direncanakan.
Manajemen kapasitas berfungsi untuk menjawab hubungan antara demand dan supply, yaitu berapa kapasitas yang dibutuhkan dibandingkan dengan berapa kapasitas yang tersedia. Ketidakseimbangan antara keduanya dapat menghasilkan kondisi under capacity atau over capacity, yang keduanya memerlukan tindakan manajerial.
Pengertian Kapasitas dalam Konteks Manufaktur
Kapasitas didefinisikan sebagai kemampuan maksimum suatu sistem untuk menyelesaikan pekerjaan dalam periode waktu tertentu. Kapasitas selalu berkaitan dengan kemampuan maksimum, bukan target atau output aktual.
Penting untuk membedakan antara kapasitas dan laju produksi. Kapasitas menggambarkan kemampuan maksimum, sedangkan laju produksi adalah tingkat produksi aktual yang terjadi. Sebuah sistem dapat memiliki kapasitas tinggi namun beroperasi pada laju yang lebih rendah karena berbagai keterbatasan.
Analogi sederhana adalah kendaraan bermotor. Kecepatan maksimum kendaraan mungkin 180 km/jam, namun dalam praktik sehari-hari kendaraan tersebut jarang beroperasi pada kecepatan maksimum tersebut.
Kapasitas, Beban Kerja, dan Output
Dalam manajemen kapasitas, terdapat tiga konsep utama yang sering membingungkan, yaitu kapasitas tersedia, beban kerja, dan output. Beban kerja menunjukkan jumlah pekerjaan yang harus diselesaikan oleh sistem, sedangkan kapasitas tersedia adalah batas maksimum kemampuan sistem. Output aktual merupakan hasil nyata yang dapat dicapai dan selalu dibatasi oleh kapasitas tersedia.
Jika beban kerja melebihi kapasitas, maka pekerjaan tetap dapat diselesaikan, namun membutuhkan waktu lebih lama atau penyesuaian jadwal. Kondisi inilah yang menimbulkan kebutuhan akan pengendalian kapasitas.
Ruang Lingkup Manajemen Kapasitas
Manajemen kapasitas mencakup pengadaan, perencanaan, serta pengendalian kapasitas. Perencanaan kapasitas berfokus pada metode perhitungan kebutuhan kapasitas, sedangkan pengendalian kapasitas berfokus pada tindakan korektif saat terjadi ketidakseimbangan.
Tujuan utama manajemen kapasitas adalah memastikan bahwa kapasitas tersedia cukup untuk memenuhi kebutuhan produksi, tanpa menghasilkan pemborosan akibat kelebihan kapasitas.
Jenis-Jenis Kapasitas dalam Sistem Produksi
Dalam praktik manufaktur, kapasitas memiliki banyak istilah yang mencerminkan sudut pandang perhitungan yang berbeda. Kapasitas tersedia menggambarkan kemampuan terpasang dari fasilitas produksi. Kapasitas yang dibutuhkan menggambarkan jumlah pekerjaan yang harus diselesaikan.
Terdapat pula kapasitas berbasis anggaran yang terkait dengan batasan biaya tidak langsung, kapasitas khusus yang diperuntukkan bagi produk tertentu, serta kapasitas historis yang dihitung dari kinerja aktual masa lalu.
Kapasitas terukur atau demonstrated capacity dihitung dari data historis produksi, sedangkan kapasitas terhitung atau calculated capacity dihitung dari waktu tersedia yang dikalikan dengan faktor performa seperti efisiensi dan utilisasi.
Kapasitas teoritis menggambarkan kemampuan maksimum tanpa mempertimbangkan gangguan operasional, sedangkan kapasitas efektif mempertimbangkan faktor-faktor nyata seperti downtime, kelelahan operator, dan variasi proses.
Level Kapasitas dalam Organisasi Manufaktur
Kapasitas dapat dianalisis pada berbagai level, mulai dari mesin atau operator individual, stasiun kerja, hingga pabrik secara keseluruhan. Semakin tinggi level analisis, semakin agregat perhitungannya.
Pada level mesin, kapasitas dipengaruhi oleh waktu operasi dan kecepatan mesin. Pada level stasiun kerja, kapasitas dipengaruhi oleh kombinasi mesin, tenaga kerja, dan metode kerja. Pada level pabrik, kapasitas mencerminkan kemampuan total organisasi manufaktur.
Perhitungan Kapasitas Tersedia
Kapasitas tersedia dapat dihitung melalui dua pendekatan utama. Pendekatan pertama adalah menggunakan data historis produksi untuk memperoleh kapasitas rata-rata aktual. Pendekatan kedua adalah menghitung kapasitas dari waktu kerja tersedia yang dikalikan dengan faktor performa.
Faktor performa yang umum digunakan adalah efisiensi dan utilisasi. Efisiensi menggambarkan perbandingan antara output aktual dengan standar, sedangkan utilisasi menggambarkan proporsi waktu kerja aktual terhadap waktu tersedia.
Perhitungan Kapasitas yang Diperlukan
Kapasitas yang diperlukan dihitung berdasarkan jumlah pekerjaan yang harus diselesaikan dan waktu standar yang dibutuhkan untuk setiap pekerjaan. Perhitungan ini dapat mencakup waktu proses, waktu setup, serta waktu tambahan lain yang relevan.
Beban kerja suatu stasiun kerja merupakan penjumlahan seluruh waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan semua order dalam periode tertentu. Beban inilah yang kemudian dibandingkan dengan kapasitas tersedia.
Prinsip Validasi Kapasitas dalam MRP II
Inti dari validasi kapasitas dalam MRP II adalah membandingkan kapasitas yang dibutuhkan dengan kapasitas yang tersedia. Jika kapasitas tersedia lebih besar, maka rencana produksi dapat dijalankan. Jika kapasitas tidak mencukupi, maka diperlukan penyesuaian.
Penyesuaian dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti menambah jam lembur, menambah tenaga kerja, menambah mesin, melakukan subkontrak, atau menyesuaikan prioritas produksi.
Level Validasi Kapasitas dalam MRP II
Validasi kapasitas dilakukan pada beberapa level perencanaan. Pada level perencanaan agregat, digunakan Resource Requirement Planning untuk memvalidasi Sales and Operations Planning.
Pada level menengah, digunakan Rough Cut Capacity Planning untuk memvalidasi Master Production Schedule. Pada level operasional, digunakan Capacity Requirement Planning untuk memvalidasi jadwal detail di setiap stasiun kerja.
Setiap level memiliki horizon waktu yang berbeda, mulai dari jangka panjang hingga jangka pendek.
Instrumen Validasi Kapasitas pada Level Agregat
Pada level agregat, validasi kapasitas dapat dilakukan menggunakan pendekatan sumber daya atau profil sumber daya. Pendekatan ini fokus pada sumber daya kritis yang menjadi bottleneck dalam sistem produksi.
Sumber daya kritis adalah sumber daya dengan kapasitas paling rendah yang membatasi keseluruhan sistem. Pengendalian kapasitas harus memprioritaskan sumber daya ini agar kinerja sistem tetap optimal.
Tindakan Pengendalian Kapasitas
Ketika terjadi kekurangan kapasitas, tindakan yang dapat diambil meliputi lembur, penambahan sumber daya, subkontrak, atau penjadwalan ulang. Ketika terjadi kelebihan kapasitas, organisasi dapat mengurangi jam kerja, mengalihkan kapasitas ke produk lain, atau menyesuaikan rencana produksi.
Pemilihan tindakan korektif harus mempertimbangkan dampaknya terhadap biaya, kualitas, dan ketepatan waktu pengiriman.
Kesimpulan
Manajemen kapasitas merupakan elemen kunci dalam sistem MRP II yang berfungsi untuk memvalidasi seluruh rencana produksi terhadap kemampuan nyata sistem manufaktur. Kapasitas harus dipahami sebagai kemampuan maksimum, bukan target produksi.
Dengan membandingkan kapasitas yang dibutuhkan dan kapasitas yang tersedia pada setiap level perencanaan, organisasi dapat memastikan bahwa rencana produksi bersifat realistis dan dapat dieksekusi. Manajemen kapasitas yang efektif membantu mencegah keterlambatan, pemborosan, serta kegagalan operasional dalam sistem produksi.
Sumber Utama
Materi Webinar Manufacturing Planning and Control – Capacity Management
Diklat Kerja – Program Perencanaan dan Pengendalian Produksi (MRP II)
Referensi Buku Utama
Vollmann, T. E., Berry, W. L., Whybark, D. C., & Jacobs, F. R.
Manufacturing Planning and Control Systems for Supply Chain Management.
McGraw-Hill Education.
Arnold, J. R. Tony, Chapman, S. N., & Clive, L. M.
Introduction to Materials Management.
Pearson Education.
Slack, N., Brandon-Jones, A., & Johnston, R.
Operations Management.
Pearson Education.
Heizer, J., Render, B., & Munson, C.
Operations Management: Sustainability and Supply Chain Management.
Pearson Education.