LRT Jabodebek: Solusi Transportasi Terintegrasi untuk Jabodetabek

Dipublikasikan oleh Dimas Dani Zaini

07 Mei 2024, 09.58

Sumber: id.wikipedia.org

Lintas Rel Terpadu (LRT) Jabodebek menjadi langkah strategis dalam mengatasi masalah kemacetan di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek). Diresmikan pada 28 Agustus 2023 oleh Presiden Joko Widodo, LRT Jabodebek menjadi opsi transportasi modern pertama yang terintegrasi di wilayah tersebut. Operasionalnya ditangani oleh PT Kereta Api Indonesia setelah melibatkan empat perusahaan BUMN dalam pembangunannya.

Proses Uji Coba dan Penundaan Operasional

Sebelum diresmikan secara penuh, LRT Jabodebek menjalani uji coba operasional. Tahapan ini dibagi menjadi dua, dimulai dari uji coba untuk pihak terkait dan berlanjut dengan uji coba untuk masyarakat umum. Rencananya, operasional komersial dimulai pada 18 Agustus 2023, namun ditunda hingga 27 Agustus 2023 karena adanya uji coba dengan tarif khusus untuk masyarakat umum. Pada tanggal 28 Agustus 2023, secara resmi LRT Jabodebek mulai beroperasi penuh dengan tarif yang terjangkau.

Perjuangan dalam Pembangunan

Sejarah pembangunan LRT Jabodebek mencerminkan perjuangan yang tidak ringan. Usulan pembangunan LRT muncul setelah proyek Monorel Jakarta terhenti, dengan tujuan yang sama untuk mengurangi kemacetan. Proses pembangunannya terhambat oleh sejumlah kendala, termasuk pembebasan lahan yang belum selesai. Meskipun demikian, Presiden Joko Widodo meluncurkan pembangunan pada September 2015, namun penyelesaiannya tidak sesuai target.

Tahap Pembangunan dan Target Operasional

Pembangunan LRT Jabodebek dilakukan secara bertahap, dengan target selesai sebelum Asian Games 2018 yang pada akhirnya tidak tercapai. Proses uji coba dan pengujian dilakukan secara menyeluruh, melibatkan Menteri Perhubungan dan pihak terkait lainnya. Meskipun mengalami penundaan, pembangunan lintas pelayanan pada fase pertama direncanakan akan dioperasikan pada bulan Juli 2022.

Dasar Hukum dan Pendanaan

Pembangunan LRT Jabodebek didasari oleh peraturan presiden yang mengatur percepatan pembangunan kereta api ringan terintegrasi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi. PT Adhi Karya ditunjuk sebagai kontraktor utama, sementara PT Kereta Api Indonesia bertugas sebagai operator. Perubahan dalam skema pendanaan juga terjadi seiring dengan evolusi proyek, dengan PT KAI menjadi investor utama yang mencari pendanaan tambahan untuk proyek ini.

Harapan untuk Masa Depan Transportasi

Meskipun mengalami berbagai kendala, LRT Jabodebek diharapkan dapat menjadi solusi yang berkelanjutan dalam mengurai kemacetan di wilayah Jabodetabek. Dengan integrasi yang baik dengan moda transportasi lainnya, diharapkan LRT Jabodebek dapat meningkatkan mobilitas masyarakat serta memberikan kontribusi positif dalam pembangunan infrastruktur transportasi Indonesia.

Sumber: id.wikipedia.org