Krakatau Steel dan Tatalogam Group Bersatu untuk Mewujudkan Industri Baja Berkelanjutan

Dipublikasikan oleh Jovita Aurelia Sugihardja

05 Maret 2024, 08.26

Sumber: kompas.com

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Krakatau Steel dan PT Tata Metal Lestari (Tatalogam Group) sepakat menandatangani komitmen lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) untuk industri baja berkelanjutan.Melati Sarnita, Manajer Komersial PT Krakatau Steel, menjelaskan baja merupakan produk daur ulang sehingga tidak membahayakan lingkungan atau kehidupan manusia.

Untuk itu, Krakatau Steel bersama PT Tata Metal Lestari, salah satu produsen baja aluminium lapis seng terkemuka, berkomitmen untuk meningkatkan tata kelola di industri baja.Perlindungan lingkungan sebagai warisan bagi generasi mendatang harus mulai diterapkan di industri baja.Salah satu tindakan yang dapat diambil adalah dengan mempromosikan konsep ramah lingkungan di sektor industri melalui pendekatan ESG.

“Lingkungan akan menjadi strategi pengelolaan utama di masa depan. Oleh karena itu, go green bukan hanya urusan bisnis, tapi persiapan generasi berikutnya. Kami akan melakukan terobosan pada mereka. “Ini yang harus selalu kita ingat,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (23 Desember 2021).

Melati juga menyampaikan bahwa industri baja memiliki banyak manfaat bagi lingkungan dan masyarakat. Oleh karena itu, negara-negara maju melindungi industri baja. “Sebenarnya industri ini adalah industri perlindungan bumi,” katanya. “Industri baja adalah industri perlindungan bumi.” “Kami tidak berbicara tentang senjata, tapi tentang perlindungan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat negara,” ujarnya.

"Kalau dilihat, negara-negara besar seperti Amerika Serikat, India, dan China mempunyai kebijakan industri baja yang sangat kuat untuk melindungi industri dalam negerinya. Ia pun menjelaskan: "Sebagai BUMN, kami berharap kebijakan tersebut bisa diperkuat agar baja industri kita bermanfaat bagi para pekerja industri baja".

Pada saat yang sama, Deputy General Manager PT Tata Metal Lestari Stephanus Koeswandi menjelaskan, kondisi dunia saat ini sangat mengkhawatirkan. Karena keprihatinan tersebut, PT Tata Metal Lestari dan Tatalogam Group berkomitmen untuk menjaga lingkungan ini. Banyak langkah yang dilakukan untuk mencapai zero emisi, salah satunya dengan penerapan Industri 4.0 dan kolaborasi dengan pihak lain agar industri baja tanah air bermanfaat bagi lingkungan.

“Itulah sebabnya saya dan PT Krakatau Steel bekerja sama untuk bergerak menuju industri ramah lingkungan yang berkelanjutan melalui pendekatan ESG. Karena kalau ada besi kita tahu itu cukup. “Jadi tidak perlu impor lagi,” jelasnya.

Sementara itu juga diadakan acara peluncuran di luar negeri untuk dua jenis produk produksi PT Tata Metal Lestari. Saat ini, produk Hijaubuaran dan Hijaubuaran sedang diekspor ke Australia.

"Kami telah meluncurkan produk Hijaubuaran dan Hijaubuaran sebanyak 125 ton. "Dengan pengumuman hari ini, sudah 2.650 ton dari target bulanan 5.000 ton. Akhirnya mengekspor produk yang sama,” katanya. Menurutnya, masyarakat Australia kini tahu bagaimana memanfaatkan hasil baik bagi lingkungan, pada saat yang sama dengan diadakannya COP 26. “Jadi kami tidak hanya mencari pertumbuhan tetapi juga untuk keberlanjutan", jelas Stephanus.

Disadur dari : https://money.kompas.com/read/2021/12/23/190921626/krakatau-steel-dan-tatalogam-group-sepakat-garap-industri-baja-berkelanjutan