Kisah Tragedi Penerbangan yang Membentuk Masa Depan Keselamatan Udara

Dipublikasikan oleh Dimas Dani Zaini

03 Mei 2024, 16.07

Disadur dari Artikel : kompas.com

Industri penerbangan telah mengalami transformasi besar dalam hal keselamatan dari waktu ke waktu. Terlepas dari kemajuan teknologi yang membuat penerbangan dengan pesawat jet menjadi jauh lebih aman, banyak dari perbaikan keselamatan ini berasal dari pelajaran yang dipetik dari sejumlah tragedi penerbangan yang mengubah cara dunia memandang keselamatan udara.

Salah satu contoh terbesar adalah tragedi tabrakan di langit Grand Canyon pada tahun 1956, yang mengakibatkan 128 jiwa melayang. Dari kecelakaan tersebut, Amerika Serikat menggelontorkan dana besar untuk meningkatkan sistem kontrol lalu lintas udara (ATC), yang pada gilirannya mengarah pada pembentukan Badan Penerbangan Federal (FAA) untuk mengawasi keselamatan udara. Kejadian serupa yang melibatkan pesawat kecil di Los Angeles pada tahun 1986 memaksa FAA untuk memperketat regulasi, termasuk penggunaan transponder dan sistem penghindaran tabrakan (TCAS II).

Peningkatan keselamatan juga terjadi di dalam pesawat, seperti di United Airlines 173 pada tahun 1978, di mana penerapan prosedur pelatihan Cockpit Resource Management (CRM) menjadi standar industri setelah kegagalan komunikasi dalam kokpit menyebabkan kecelakaan fatal. Begitu pula dengan peningkatan deteksi bahaya, seperti pada Air Canada 797 pada tahun 1983, yang menyebabkan penggunaan detektor asap dan pemadam api otomatis di pesawat.

Selain itu, tragedi seperti Aloha Airlines 243 pada tahun 1988, di mana sebagian besar badan pesawat terkoyak di udara, mendorong perubahan dalam cara pesawat diinspeksi dan dirawat, untuk mencegah kerusakan yang disebabkan oleh korosi dan tekanan berulang selama penerbangan. Begitu juga dengan peningkatan dalam pelatihan pilot, seperti yang dilihat dalam kecelakaan Air France 447 pada tahun 2009, yang menyoroti ketergantungan pada otomatisasi dan mendorong upaya untuk melatih ulang pilot dalam penerbangan manual.

Kesimpulannya, tragedi-tragedi penerbangan yang menyedihkan telah menjadi katalisator bagi perbaikan besar dalam keselamatan penerbangan. Dari peningkatan sistem kontrol hingga inovasi dalam deteksi bahaya dan pelatihan pilot, industri penerbangan terus belajar dari masa lalu untuk menciptakan masa depan yang lebih aman bagi semua penumpang udara.

Sumber: kompas.com