Kendala Ekspansi: Pelaku Industri Maritim Indonesia Belum Maksimal dalam Menggarap Pasar Internasional

Dipublikasikan oleh Jovita Aurelia Sugihardja

13 Maret 2024, 08.34

Sumber: kompas.com

KOMPAS.com - Industri maritim India rentan terhadap asingisasi karena beberapa jalur jasa perdagangan maritim dalam negeri masih didominasi oleh pemain asing.

Kami memperkirakan pelaku industri maritim dalam negeri akan tetap terkonsentrasi karena memiliki pangsa pasar yang besar. Oleh karena itu, pemain di segmen pasar (pasar khusus) akan lebih diunggulkan. Selanjutnya, para pelaku industri kelautan India ditengarai belum mampu melakukan ekspansi ke luar negeri. Termasuk di dalamnya adalah impor minyak dan gas (migas). Hal tersebut diungkapkan Raja Oloan Saut Gurning, pakar kelautan Institut Teknologi Surabaya, pada 10 November dalam artikel yang dimuat Kompas.com pada Sabtu (22 Mei 2021).

Menurutnya, bisnis maritim sebenarnya adalah sekelompok perusahaan yang memerlukan praktik bisnis dalam lingkungan terbuka dan global, termasuk kapal, khususnya kapal minyak dan gas. Operator kapal, broker, agen manajemen kapal, awak kapal, galangan kapal dan organisasi manajemen kapal atau operasi transportasi dalam berbagai model dapat berpartisipasi dalam bisnis ini. Seperti kebanyakan kelompok, mereka mempunyai kekuatan masing-masing.

Saut akan mengkaji positif langkah Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam mempersiapkan PT Pertamina International Shipping (PIS) untuk melaksanakan iwi delivery (IPO) pertama tahun ini.
Menurut dia, rencana aksi korporasi PIS yang melakukan IPO pada tahun ini adalah untuk memastikan biaya pengangkutan migas dalam negeri terbayar dengan baik.

"Ini adalah contoh praktis yang diterapkan oleh banyak perusahaan di seluruh dunia," ujarnya. “Kami percaya bahwa biaya operasional dan logistik minyak dan gas global kami tidak hanya akan berkurang, namun kami juga akan menikmati manfaat transformatif lainnya, termasuk dampak positif bagi berbagai bisnis terkait, liburan kerja, dan pajak bagi negara.” n
"Idenya adalah untuk menciptakan entitas PIS yang mengharuskan perusahaan publik untuk menyelidiki dan mencari infrastruktur yang lebih baik. Hukum internasional bekerja sama dengan berbagai lembaga internasional. Mengapa? Kata Saut. Jadikan itu bisnis."

Sebelumnya, Kementerian BUMN meluncurkan PIS, holding angkatan laut, pada awal Mei lalu dengan tujuan meningkatkan operasionalnya dengan menjadikannya perusahaan yang memadukan kegiatan maritim dan maritim.

Untuk dapat bersaing di kancah dunia di masa depan sesuai visi kami. Wakil Menteri BUMN I Pahala N Mansury mengatakan dengan menghadirkan kegiatan usaha baru maka harga PIS di pasar modal akan meningkat dan nilai jualnya juga meningkat. Bahkan, Pahala memperkirakan peralihan dan IPO berikutnya akan meningkatkan nilai perusahaan 10x lipat.

Disadur dari : https://regional.kompas.com/read/2021/05/22/093202078/pelaku-industri-maritim-indonesia-dinilai-kurang-menggarap-pasar-luar