Kemenperin Mengutamakan Penguatan Mitra dan Program e-Smart bagi IKM

Dipublikasikan oleh Jovita Aurelia Sugihardja

12 Februari 2024, 14.45

Sumber: kemenperin.go.id

Menjelang tahun 2022, usaha kecil dan menengah (UKM) terus menghadapi banyak tantangan. Saat ini, perusahaan kecil dan menengah masih mengalami kendala dalam bekerja sama dengan perusahaan besar atau bergabung dalam rantai pasokan global.

“Usaha kecil dan menengah harus senantiasa beradaptasi dengan bergabung dalam jaringan industri besar, go digital, teknologi baru dengan menggunakan kearifan lokal dan menjaga kualitas produknya,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita : Jumat (31/12) di Jakarta.

Untuk itu, Kementerian Perdagangan, Perindustrian, dan Energi melalui Badan Penelitian Kecil dan Menengah (IKMA) terus menjalin kerja sama dengan perusahaan-perusahaan besar dan sektor perekonomian lainnya di perusahaan-perusahaan kecil dan menengah. -Sektor perusahaan besar. Sepanjang tahun 2021, Sekretariat IKMA Kemenperin menyelenggarakan 96 pelaku IKM melalui temu bisnis, dan jumlah mitra sukses mencapai 18 orang.

“Kami memberikan bantuan berupa penyelenggaraan rapat koordinasi IKM bagi tim transportasi dan perusahaan besar. Sekretaris Jenderal IKMA Reni Yanita mengatakan: “Lima IKM berhasil menjalin kerja sama dengan industri besar dalam forum ini.

Pertemuan bisnis antara 14 IKM yang terlibat dalam inovasi pangan Indonesia dan Accor Hotel Group, dan satu IKM berhasil memenangkan pesanan. Selain itu, 62 usaha kecil dan menengah di bidang industri modal dan bahan baku. Perdagangan, Industri dan Energi untuk memberikan solusi kepada perusahaan kecil dan menengah. masih berjuang beradaptasi dengan teknologi 4.0. Dijelaskannya, IKM terus tumbuh dan berkembang berbasis teknologi dengan arahan tantangan lain yang dihadapi perusahaan menengah adalah perlunya dukungan rencana keuangan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan ekspor.

“Kami mempunyai program perawatan mesin dan peralatan IKM, dukungan dan pengelolaan sertifikasi produk, penguatan peralatan mesin, dan program e-Smart IKM akan terus berlanjut pada tahun 2022, IKM dapat lebih dikembangkan lagi. di pasar umum.” Serangkaian kegiatan e-Smart IKM telah diluncurkan melalui inisiatif IKM Go Global, antara lain panduan literasi digital IKM, branding dan pengelolaan usaha melalui e-Smart IKM, serta proyek IKM Go Global: Proyek Smart yang bertujuan memanfaatkan Internet of Things (Industri 4.0) melalui platform digital untuk mengembangkan pemasaran, mendorong produktivitas yang lebih besar pada perusahaan kecil dan menengah serta mendukung pencapaian tujuan utama pengembangan industri,” jelasnya.

Per 13 Desember 2021, Sekretariat Proyek E-Smart IKM IKMA telah melatih 4.600 pelaku IKM melalui workshop, tutorial dan pelatihan lainnya dalam rangka program Bangga Buatan Indonesia. Dalam program wellness yang meliputi workshop e-Smart IKM, webinar, dan dukungan digital marketing, total terdapat 3.256 IKM. Sejak tahun 2017 hingga 2020, terdapat 13.183 IKM dari seluruh daerah yang mengikuti program e-Smart IKM Kementerian..

Program Unggulan IKM

Reni menambahkan program unggulan lainnya adalah Penumbuhan Wirausahawan Baru (WUB). Program tersebut dilaksanakan dengan pelatihan terhadap 6.258 wirausaha dan 3.408 WUB yang tersertifikasi atau berlisensi.

Pelatihan teknis dan/atau manajemen usaha diberikan kepada 6.258 WUB melalui kegiatan Pokja Pusat (2.534 WUB), Pokja Terpusat (3.410 WUB) dan Pokja Pengembangan Industri Alas Kaki dari Indonesia (314 ) WUB). WUB.

Selanjutnya Direktur Eksekutif Program Santripreneur IKMA mengunjungi 14 Pondok Pesantren sepanjang tahun 2021 dan memberikan pelatihan kepada 236 siswa dengan pendampingan dan dukungan teknis termasuk dukungan teknik/perkakasan dan beberapa pengembangan termasuk sampul IKM. Fashion, pengolahan makanan, alas kaki dan bengkel. Program Santripreneur ini akan berlangsung pada bulan Maret hingga November 2021.

Sejauh ini, program perbaikan mesin/peralatan IKM tahun ini telah memberikan penghargaan kepada 115 IKM, dengan total nilai penyusutan sebesar Rp12,1 miliar dan nilai investasi sebesar Rp77,7 miliar. Selain itu, Sekretariat IKMA juga akan fokus memberikan fleksibilitas dan dukungan kepada IKM di pusat-pusat IKM.

“Dikirimkan pemandu dari pusat IKM ke pusat IKM 501. “Pelatihan tersebut meliputi pendampingan dan dukungan teknis pembuatan dan pengoperasian mesin/peralatan di pusat IKM,” ujarnya.

Reni mengatakan, dalam upaya pengembangan sentra IKM di berbagai wilayah Indonesia, Sekretaris IKMA Kementerian Perindustrian mengalokasikan dana khusus yang mencakup 136 kabupaten/kota pada tahun 2021. Mendapat alokasi DAK kecil bagian dari Aktivasi Pusat IKM.

“Kami terus mendorong pemerintah daerah untuk memanfaatkan DAK ini sebagai solusi pengembangan usaha kecil lokal berbasis sentra usaha kecil,” ujarnya.

Sekretariat IKMA Kementerian Perdagangan, Perindustrian dan Energi memberikan dukungan dan investasi kepada IKM melalui Klinik Desain Merek Kemasan. Klinik ini mendukung 100 UKM dengan total 200 desain kemasan dan total 200 desain branding.

“Sejauh ini kami telah memberikan dukungan pendaftaran kepada 10 usaha kecil dan menengah. Promosi kekayaan intelektual melalui Klinik KI telah mendaftarkan 394 merek, 6 desain industri, dan 1 landmark,” kata Reni.
Kontribusi aneka industri terhadap PDB triwulan III-2021 (year-on-year) sebesar 0,13%, dan pada triwulan III-2021 nilai investasi aneka industri mencapai Rp2,17 triliun. Sekretariat IKMA mengelola sertifikasi SNI mainan anak untuk 23 IKM dan mendukung penerapan Sistem Manajemen Mutu (ISO 9001-2015) untuk IKM 4 mainan anak.

Disadur dari:

https://kemenperin.go.id/artikel/23066/Kemenperin-Fokus-Penguatan-Mitra-dan-Program-e-Smart-IKM-