Kemenperin Meluncurkan Program Sertifikasi TKDN Gratis untuk 9.000 Produk Pertanian

Dipublikasikan oleh Jovita Aurelia Sugihardja

14 Maret 2024, 09.11

Sumber: kontan.co.id

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Kementerian Perindustrian terus mendukung sektor mesin pertanian (Alsintan) untuk meningkatkan daya saing dan produktivitas. Dukungan tersebut terlihat melalui program pemberian sertifikasi gratis di tingkat dalam negeri (TKDN) kepada 9.000 usaha kecil menengah (IKM) dan produk industri besar, termasuk kelompok mesin dan peralatan pertanian, yang mendukung pemulihan perekonomian negara. negara (PEN). . program

Langkah ini dinilai sebagai strategi peningkatan sertifikasi TKDN pada produk kelompok mesin dan alat pertanian. Berdasarkan catatan Kementerian Keuangan, Perindustrian, dan Energi pada Jumat 8 Agustus 2010, terdapat 107 produk dengan TKDN 25 hingga 40% dan 139 produk dengan TKDN lebih dari 40%.

Melalui inisiatif ini, pemerintah berharap dapat mengurangi ketergantungan terhadap suku cadang mesin yang diimpor. “Tujuannya meningkatkan rata-rata nilai TKDN sebesar 50% pada tahun 2024 dari 43,3% pada tahun 2020,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Sabtu (10/9).

Sebagai referensi Anda, TKDN merupakan unit manufaktur terbesar yang diproduksi di Indonesia untuk produk, barang dan jasa, atau kombinasi keduanya. Pembatasan penggunaan suku cadang impor dalam persentase tertentu diatur dalam Undang-undang Pemerintah (PP) nomor 1.29/2018 tentang Konstruksi Industri.

Untuk kelompok mesin dan peralatan pertanian, capaian TKDN berkisar antara 14, 5% dan 96,3. %.

Nila Kumalasari, Direktur Promosi Produk Dalam Negeri Kementerian Perindustrian (Pusat P3DN), mengatakan aturan TKDN bersifat wajib bagi berbagai kegiatan manufaktur industri dalam negeri dan internasional.

Inspektur yang ditunjuk Kementerian Perdagangan, Perindustrian dan Energi untuk memastikan penggunaan TKDN pada rasio adalah PT. Sucofindo (Persero) dan PT. Surveyor di Indonesia (Persero). Mereka juga berpeluang sukses dalam program sertifikasi TKDN gratis ini.

Produk dengan nilai TKDN 25% atau lebih akan mendapatkan sertifikat TKDN gratis. Satu perusahaan bisa mendapatkan fasilitasi tersebut hingga delapan sertifikat produk. Selain itu, satu sertifikat yang difasilitasi dapat memuat produk dengan jenis bahan baku dan proses produksi yang sama, meskipun beda dimensi.

Untuk mendapatkan sertifikasi gratis, pelaku IKM maupun industri besar dapat menghubungi Unit Bisnis Strategis Perdagangan Industri dan Kelautan Sucofindo maupun ke perwakilan cabang-cabang Sucofindo yang ada di daerah.

Kepala Unit Bisnis Strategis Perdagangan Industri dan Kelautan PT Sucofindo (Persero) Supriyanto menginformasikan, perusahaan hanya perlu menyiapkan dokumen Akta Pendirian Perusahaan dan Izin Usaha Industri (IUI) yang masih berlaku atau pengajuan IUI melalui Online Single Submission (OSS) di BKPM yang sudah berlaku efektif untuk tahap pengajuan.

Selanjutnya, lembaga surveyor akan melakukan site visit atau kunjungan pabrik untuk melihat fasilitas produksi yang digunakan dan menghitung porsi lokal dan impor dari bahan baku atau material yang digunakan, tenaga kerja (langsung dan tidak langsung), dan biaya tidak langsung pabrik (factory overhead).

Hingga akhir September 2021 tercatat sudah ada 8.677 produk dalam negeri yang mengantongi sertifikasi TKDN dengan nilai di atas 40%. Diikuti, 8.557 produk dalam negeri dengan nilai TKDN antara 25%-40%. Mengingat kesempatan memperoleh sertifikasi TKDN gratis ini hanya dibuka hingga akhir 2021, tak lupa Supriyanto mengajak para produsen untuk memanfaatkan program ini.

Disadur dari: https://industri.kontan.co.id/news/kemenperin-inisiasi-sertifikasi-tkdn-gratis-untuk-9000-produk-di-sektor-pertanian