Kemenperin Maksimalkan Upaya Peningkatan TKDN dalam Industri Farmasi Nasional

Dipublikasikan oleh Jovita Aurelia Sugihardja

15 Februari 2024, 08.53

Sumber: republika.co.id

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pusat Promosi Produk Dalam Negeri (P3DN), Kementerian Perdagangan, Perindustrian dan Energi serta PT Surveyor Indonesia (Persero) sepakat untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan industri farmasi Indonesia. Akses yang lebih baik ke pasar internasional. Direktur Pusat P3DN Nila Kumalasari mengatakan P3DN mengelola 9.000 sertifikat TKDN pada tahun anggaran 2021 dengan anggaran sekitar Rp112 miliar.

Nila menyampaikan komentar ini sebagai tamu dalam seri diskusi Surveyor Indonesia. Senin (15/11) pertemuan Jakarta. Alhamdulillah sekarang sudah berlebihan. Rencananya tahun depan anggarannya akan ditambah, kata Nila dalam keterangan tertulis dari Jakarta, Minggu (16/11).

Direktur Komersial PT Surveyor Indonesia (PTSI) Saifuddin Wijaya memaparkan beberapa tantangan dalam proses sertifikasi TKDN terkait masalah kerahasiaan.

"Proses sertifikasi TKDB tidak banyak kendala karena bersifat self-review. Permasalahannya adalah masalah privasi."

Saifuddin mengatakan peneliti Indonesia tersebut telah berkomitmen terhadap kerahasiaan melalui perjanjian non-disclosure (NDA) yang mereka tandatangani dengannya sebagai peneliti. Saifuddin mengatakan PTSI akan memberikan informasi kepada industri farmasi berdasarkan berat dan bukan biaya. melakukan verifikasi.

“Sistem pembobotan diharapkan dapat menjaga kerahasiaan sampel obat mulai dari proses hingga bahan baku yang dievaluasi.”; ujar Saifuddin.

General Manager PTSI M Haris Witjaksono mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari partisipasi PTSI dalam program kemitraan TKDN. “Dengan mengatasi hambatan-hambatan yang ada saat ini secara jelas, maka solusi dapat dilakukan.” kata Haris.

Agudini Banun, Direktur Penanaman Modal dan Distribusi Kementerian Kesehatan, mengatakan Indonesia saat ini sangat rentan terhadap privatisasi bahan baku obat-obatan dan alat kesehatan. Oleh karena itu Kementerian Kesehatan dan Kementerian Perindustrian bersinergi untuk mendorong kemandirian ini. ujar Agusdini.

Direktur Utama PT Kimia Farma Sungwun Pharmacopia Pamian Siregar TKDN diharapkan dapat mendorong industrialisasi dan memajukan bahan baku obat dalam negeri.

“Oleh karena itu, kebijakan terkait TKDN industri farmasi diharapkan terus berkembang agar mampu bersaing harga dengan produk impor.”; kata Pamian.

Kepala Perencanaan dan Strategi Bisnis PT Bio Farma (Persero) Taufik Wilmansyah mengatakan Bio Farma telah memperoleh hasil yang signifikan dari sertifikasi TKDN pada banyak produknya.

"Program sertifikasi TKDN khususnya melalui Katalog E menjadi angin segar dalam industri kesehatan. Kami menerbitkan tes PCR bersertifikat TKDN yang telah disetujui oleh PTSI, digunakan secara luas pada masa epidemi." ; ujar Taufik.


Disadur dari: https://ekonomi.republika.co.id/berita/r2nmeb370/surveyor-kemenperin-genjot-tkdn-industri-farmasi-nasional