Sistem Infrastruktur Regional dan Perkotaan

Kota Satelit

Dipublikasikan oleh Ririn Khoiriyah Ardianti pada 19 Februari 2025


Kota Satelit atau Kota Penyangga adalah kota di tepi sebuah kota yang lebih besar yang meskipun merupakan komunitas mandiri, sebagian besar penduduknya tergantung dengan kehidupan di kota besar. Biasanya penghuni kota satelit ini adalah komuter dari kota besar tersebut ini, misalkan:

Kota satelit merupakan daerah penunjang bagi kota-kota besar di sekitarnya dan merupakan 'jembatan' masuk/akses untuk menuju ke kota besar. Karena kota satelit juga berfungsi sebagai penunjang kota besar, maka implikasi daripada kota satelit sebagai penunjang akan tampak pada hidup keseharian para warga. Kota satelit bisa juga sebagai pemasok barang-barang kebutuhan warga kota besar, karena semakin besar dan berkembangnya suatu kota maka sikap warganya untuk memproduksi barang-barang untuk kebutuhan mereka juga akan semakin turun. Karena hal inilah maka fungsi kota satelit sebagai kota penunjang kebutuhan hidup masyarakat kota juga akan semakin tampak. Terlepas dari fungsi kota satelit yang terbangun di atas, dengan adanya interaksi yang tetap, maka sikap hidup pada masyarakatnya juga akan secara bertahap akan mengalami apa yang bernama "resonansi sosiologis", yaitu perubahan sikap yang terjadi sebagai akibat adanya interaksi yang relatif tetap.

Sumber Artikel : Wikipedia

Selengkapnya
Kota Satelit

Sistem Infrastruktur Regional dan Perkotaan

Aglomerasi

Dipublikasikan oleh Ririn Khoiriyah Ardianti pada 19 Februari 2025


Aglomerasi adalah istilah umum yang merujuk kepada upaya pengumpulan beberapa elemen ke dalam suatu tempat (wilayah). Dalam ilmu kimia, Aglomerasi dapat diartikan sebagai pengumpulan dan/atau penumpukan partikel atau zat menjadi satu. Sedangkan dalam ilmu ekonomi memeliki pengertian pemusatan beberapa perusahaan ke dalam satu wilayah.

Dunia usaha

Aglomerasi dalam dunia usaha memiliki pengertian pengelompokkan atau pemusatan beberapa perusahaan dalam suatu daerah atau wilayah sehingga membentuk daerah khusus industri. Beberapa sebab yang memicu terjadinya aglomerasi adalah karena tersedianya tenaga kerja di suatu wilayah, suatu perusahaan menjadi daya tarik bagi perusahaan lain, berkembangnya suatu perusahaan, sehingga menimbulkan perusahaan lain untuk menunjang perusahaan yang membesar tersebut, adanya perpindahan suatu kegiatan produksi dari satu tempat ke beberapa tempat lain, dan suatu perusahaan dibangun untuk mendekati sumber bahan untuk aktivitas produksi yang dihasilkan oleh perusahaan yang sudah ada, guna saling menunjang satu sama lain. Aglomerasi dapat dibagi mencadi dua macam, yaitu

  • Aglomerasi primer, di mana perusahaan yang baru muncul tidak ada hubungannya dengan perusahaan lama
  • Aglomerasi sekunder, di mana perusahaan yang baru beroperasi adalah perusahaan yang memiliki tujuan untuk memberi pelayanan pada perusahaan yang lama.

Pusat pemerintahan

Aglomerasi juga diterapkan sebagai pusat pemerintahan di wilayah Kabupaten, di mana Ibu kota kabupaten merupakan kawasan dari beberapa kecamatan yang dijadikan ibu kota sebagai pusat pemerintahan Kabupaten.

Sumber Artikel : Wikipedia

Selengkapnya
Aglomerasi
« First Previous page 3 of 3