Jababeka Membangun Silicon Valley dengan Luas 60 Hektar, Demi Mendukung Indonesia 4.0

Dipublikasikan oleh Siti Nur Rahmawati

22 Juli 2022, 20.58

Penandatanganan MoU proyek Jababeka Silicon Valley dengan BRIN, Indogen Capital dan BISA.AI, Kamis (21/7/2022).(www.kompas.com)

PT. Jababeka Infrastruktur akan membangun Silicon Valley yang pertama di Indonesia dengan luas 60 hektar di Cikarang, dilansir dari KOMPAS.com, JAKARTA. Proyek ini akan diluncurkan pada 29 Juli 2022. Hal ini menyusul penandatanganan nota kesepahaman atau MoU antara Jababeka dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Indogen Capital, dan PT Bisa Artifisial Indonesia (BISA.AI) pada hari Kamis tanggal 21/ 7/ 2022.

Tjahjadi Rahardja selaku Direktur Utama Jababeka Infrastruktur mengungkapkan bahwa, kolaborasi ini adalah usaha perusahaan untuk mendorong program pemerintah dalam menciptakan Indonesia 4.0. Jababeka Silicon Valley ialah wilayah inovasi serta bisnis terpadu yang nyaman dan ideal untuk menstimulasi gagasan baru dengan ekosistem terintegrasi. "Cara kita ialah membuat konsep yang serupa Silicon Valley di Amerika, kawasan berkumpulnya perusahaan teknologi serta para pakar," ungkap Tjahjadi di acara penandatanganan MoU di Menara Batavia, Jakarta Pusat.

Kalau dibandingkan dengan wilayah berkonsep Silicon Valley lainnya, seperti Bumi Serpong Damai (BSD), Jababeka Silicon Valley lebih menawarkan akses ke industri ataupun pabrik yang sedang beroperasi. "Permasalaan yang dialami pasti tidak sama, contohnya soal transportasi," ungkapnya. 

Dalam mewujudkan program Indonesia 4.0 dibutuhkan komunitas dengan banyak komponen. Oleh karena itu, terbuka kemungkinan kerja sama dengan banyak mitra lain di Silicon Valley ke depannya. Menanggapi hal ini, Plt Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN R Hendrian memaparkan pihaknya akan berkontribusi untuk menyediakan sumber daya manusia (SDM) dan ahli yang sesuai dengan kasus di lapangan.

"Harapan kita bisa memberikan dukungan bagi peningkatan aktifitas serta pemanfaatan hasil riset dan inovasi, terutama di startup serta industri yang berada di Jababeka," ungkapnya di acara yang sama. Selain itu BRIN mempunyai 12 organisasi riset serta 85 pusat riset dengan sejumlah program, seperti e-katalog inovasi sampai pendanaan yang kompetitif.

Disamping itu, Capital Chandra Firmanto selaku  Managing Partner Indogen mengucapkan rasa terima kasihnya sebab Jababeka sudah menunjuk pihaknya menjadi penasehat modal ventura dalam proyek ini. "Indogen hadir untuk membantu startup supaya bisa bekerja sama serta membantu bisnis mereka dengan korporasi, di Indonesia maupun Asia Tenggara," ucapnya.

Chandra menyampaikan bahwa, startup di ekosistem Silicon Valley Jababeka nantinya ialah mereka yang telah well funded. "Startup yang well funded dan konsentrasi di bidang ekonom. Di sinilah ekosistem Jababeka menjadi aset bagi para startup," Chandra menerangkan. Turut memberikan sambutan, Direktur Utama BISA.AI M Octaviano Pratama memberitahu bahwa pihaknya sudah menjalankan bermacam-macam kerja sama dengan kementerian.

Direktur Jababeka Infrastruktur Agung Wicaksono menyampaikan bahwa, kerja sama dengan keempat lembaga tersebut dilandasi oleh visi yang sama sehingga diyakini bisa mengembangkan proyek yang solutif serta inovatif untuk masyarakat.

Bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, BISA.AI sudah menampung sejumlah 1.000 mahasiswa pada program Kampus Merdeka. Melalui kolaborasinya dengan Jababeka Silicon Valley, nantinya mahasiswa akan memperoleh wadah aktivitas startup digital yang sudah disiapkan.

"BISA.AI akan konsentrasi pada community, kita akan mencoba membantu untuk memperoleh komunitas dari talent yang sesuai fokusnya," ungkapnya. BISA.AI juga merupakan platform edutech pembelajaran digital dengan fokus pembelajaran kecerdasan artifisial, disupport oleh bidang keilmuan yang mensupport akselerasi masyarakat 5.0.

 

 

Disadur dari sumber kompas.com