ITS Surabaya Siapkan Kuliah Tatap Muka Hybrid Mulai Akhir September

Dipublikasikan oleh Dimas Dani Zaini

05 Maret 2024, 09.48

Sumber: jawapos.com

JawaPos.com - Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya memulai perkuliahan tatap muka. Rektor ITS Ashari memastikan perkuliahan tatap muka akan berlangsung dalam format hybrid pada akhir September mendatang. Artinya, perkuliahan luring dan daring dilaksanakan secara bersamaan.

"Perkuliahan hybrid, karena semua kelas siap untuk perkuliahan tatap muka dan daring sekaligus," kata Ashari, Senin (6/). 9).

Perkuliahan tatap muka akan mulai diproduksi di ITS -is. Menurut Ashar, hal tersebut akan dimulai pada minggu terakhir bulan September. “Minggu keempat, tinggal 2 minggu lagi. “Tapi masih terbatas,” kata Ashari.

Makanya tidak semua kelas bisa mengambil mata kuliah hybrid. Ashari berpihak pada generasi baru yang belum pernah kuliah.

"Untuk sementara kita prioritaskan angkatan 2020 dan 2021 yang belum pernah kuliah. Dan vaksinnya sudah selesai," jelas Ashari.

Wajah. -perkuliahan tatap muka mulai diproduksi di ITS, menciptakan standar ruang kelas. Selain sterilisasi dan praktik kesehatan, setiap ruang kelas harus memiliki peralatan untuk perkuliahan daring dan luring.

"Jadi mahasiswa yang daring bisa ikut. Nanti yang tidak daring ada di kelas," kata Ashari.\ n
Sebagian, lanjutnya Ashari, dibuka hanya untuk 3-4 kelas. “Ada 38 departemen di ITS,” kata Ashari.

Jika rencana itu terealisasi, kemungkinan besar akan dibuka 152 kelas. Namun, tidak semua mahasiswa angkatan 2020 dan 2021 bisa mengikuti perkuliahan tatap muka. Hanya mahasiswa yang berdomisili di sekitar ITS yang boleh masuk kampus." Persyaratan: Mahasiswa harus sudah divaksin dan harus tinggal di Surabaya Raya dengan izin orang tua. Pembangunan harus terus dilakukan. "Insya Allah aman," kata Ashari.

Berdasarkan kajian , Ashari menambahkan, 60 persen mahasiswa menginginkan perkuliahan dilaksanakan dalam format hybrid. Hanya 10 persen yang ingin online.

"Kami melakukan survei. Hasilnya 60 persen ingin hybrid. Hanya 10 persen yang ingin online sepenuhnya. Artinya mahasiswa ingin belajar di kampus. Selama ini saya ' ada di kamarku Mungkin membosankan,” kata Ashari.

Disadur dari Artikel : jawapos.com