Investasi Properti Asing Berpotensi Mendorong Pertumbuhan Pasar Kelas Atas

Dipublikasikan oleh Muhammad Ilham Maulana

04 Maret 2024, 09.25

Sumber: Apartemen menjadi alternatif hunian di tengah keterbatasan lahan perkotaan(Shutterstock)

Pandemi Covid-19 telah menyebabkan perekonomian Indonesia mengalami penurunan drastis sejak kasus pertama diumumkan pada Maret tahun lalu. Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mengalami penurunan hingga -5,32% secara tahunan dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan kemungkinan resesi ekonomi. Dalam menghadapi peningkatan kasus Covid-19, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap II atau PSBB yang Ditingkatkan.

Pengembang perumahan telah bergantung pada penjualan dan pemasaran daring untuk mempertahankan pendapatan. PT Ciputra Development Tbk, misalnya, berhasil meraup penjualan senilai Rp 250 miliar melalui penjualan daring di klaster rumah pedesaan dalam enam bulan terakhir. Sementara itu, pasar apartemen dan kondominium mengalami penurunan, memungkinkan pengembang menawarkan proyek dengan diskon signifikan kepada pembeli dan investor.

Meskipun demikian, adanya Undang-Undang Cipta Kerja memberikan harapan baru bagi sektor real estate. Undang-Undang tersebut memberikan status hak milik atas satuan rumah kepada warga negara asing, menggantikan aturan sebelumnya yang hanya memperbolehkan mereka menempati apartemen. Sofian A. Jalil, Menteri Pertanian dan Tata Ruang sekaligus Direktur Jenderal Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), menjelaskan bahwa aturan sebelumnya melarang orang asing memiliki apartemen karena larangan bagi mereka untuk memiliki tanah. Omnibus law ini disambut baik oleh pelaku industri real estate.



Disadur dari: https://properti.kompas.com/read/2020/10/19/171007521/orang-asing-boleh-beli-apartemen-bakal-dongkrak-pasar-kelas-atas