Insiden Penerbangan Merpati Nusantara Airlines 836: Ketahanan Penumpang setelah Pesawat Pecah menjadi Tiga Bagian

Dipublikasikan oleh Dimas Dani Zaini

27 Maret 2024, 09.52

Sumber: id.wikipedia.org

Merpati Nusantara Airlines Penerbangan 836 adalah penerbangan domestik antara Sorong dan Manokwari, India. Pada 13 April 2010, sebuah Boeing 737-300 PK-MDE melewati landasan pacu. Pesawat itu dibagi menjadi tiga bagian. Seluruh penumpang selamat, namun 44 orang terluka.

Kecelakaan

Pada pukul 11:00 waktu setempat (02:00 UTC), Penerbangan 836 melewati landasan pacu untuk mendarat di Bandara Rendani Manokwari di Indonesia dalam penerbangan masuk Dijadwalkan berangkat dari Bandara Sorong. 44 orang luka-luka, 10 orang luka berat. Pesawat itu membawa 103 penumpang dan 6 awak. Saat itu hujan dan turun hujan. Setelah meninggalkan ujung landasan, pesawat menabrak beberapa pohon dan sayap kirinya tumbang. Pesawat berhenti sekitar 200 meter dari ujung landasan pacu Bandara Rendani sepanjang 2.004 meter. Ekor pesawat putus dan jatuh ke sungai di utara Runway 35. Total waktu penerbangan pilot dikatakan lebih dari 16.000 jam dan total waktu penerbangan pilot dikatakan lebih dari 22.000 jam.

Penerbangan

Pesawat yang terlibat adalah Boeing 737-322 registrasi PK-MDE . msn 24600. Pesawat pertama kali terbang pada 16 Mar 1990 dan bergabung dengan United Airlines pada 2 Apr 1990. Pesawat diserahkan ke Merpati Nusantara Airlines pada 12 Nov 2009. menggunakan pesawat tersebut karena mengalami kecelakaan. Pada saat kecelakaan terjadi, pesawat telah terbang sekitar 54.700 jam dalam 38.450 siklus. APU dinonaktifkan pada 10 April 2010. Pesawat yang rusak dapat dilihat di Google Earth.

Hasil

Sebanyak tujuh peringatan keselamatan dikeluarkan. Sejak kecelakaan itu, lima di antaranya telah dikirim ke Sekretariat Indonesia. . Penerbangan Sipil (DGCA) dan dua pesawat. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara telah diminta untuk meninjau berbagai bandara dan memastikan kepatuhan terhadap undang-undang keamanan Indonesia dan Merpati Nusantara. Maskapai penerbangan harus meninjau peraturan keselamatan di bandara tempat mereka beroperasi untuk memastikan bandara tersebut dapat menangani pesawat seukuran Boeing 737.

Disadur dari Artikel : id.wikipedia.com