Inovasi dan Standarisasi: Fondasi Pertanian Berkelanjutan di Indonesia

Dipublikasikan oleh Muhammad Ilham Maulana

12 Maret 2024, 11.01

Sumber: minio.brin.go.id

Diskusi Smart Farming for Sustainable Growth di Jakarta Convention Center pada Kamis (16/11) menyoroti peranan esensial standarisasi dan inovasi dalam memperkuat dasar pertanian yang berkelanjutan dengan meningkatkan efisiensi dan produktivitas sektor tersebut. Pertanian yang berkelanjutan memerlukan keseimbangan yang baik antara standar yang ketat dan terus berkembangnya inovasi teknologi, seperti yang diungkapkan oleh Evan Buwana, Analis Standardisasi dari Badan Standardisasi Nasional.

Menurut Evan, hubungan antara standarisasi dan teknologi sangatlah erat. Dengan menerapkan standar yang sesuai, dapat meningkatkan daya saing dan kinerja sektor pertanian. Standardisasi dalam sektor pertanian memiliki peran penting dalam menjaga kualitas. Daryono Restu Wahono, Peneliti Utama dari Pusat Riset Teknologi Pengujian dan Standar di Badan Riset dan Inovasi Nasional, menjelaskan bahwa produktivitas kelapa sawit di seluruh dunia saat ini masih di bawah standar nasional Indonesia dan memiliki potensi maksimum yang belum tercapai. Implementasi Standar Nasional Indonesia (SNI) dalam produksi benih unggul kelapa sawit berperan penting dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.

Di sisi lain, Purwadi Kasino Putro, Direktur PT. Teknologi Sirkular Biru, mengungkapkan inovasi baterai sebagai alternatif penyimpanan energi yang dapat menggantikan minyak dalam alat pertanian. Baterai tersebut dapat didaur ulang sehingga mendukung pertanian berkelanjutan. Adopsi teknologi dalam pertanian harus sejalan dengan regulasi, namun tetap mendukung petani dalam memperoleh teknologi terbaru untuk meningkatkan ketahanan pangan. Pertanian berkelanjutan membutuhkan keseimbangan yang baik antara standar ketat dan inovasi teknologi.

Yovita Sutanto dari Bayer Crop Science menyatakan bahwa modifikasi genom merupakan salah satu tren terbaru dalam pengembangan tanaman yang lebih baik melalui penyuntingan genom yang presisi. Dengan standar yang jelas dan teknologi inovatif, pertanian dapat menjadi lebih efisien, produktif, dan berkelanjutan, memastikan ketersediaan pangan bagi populasi yang terus bertambah sambil memperhatikan kelestarian lingkungan.
 

Disadur dari: www.brin.go.id