Industri Kemasan Produk Berperan Dukung Ekosistem Halal

Dipublikasikan oleh Jovita Aurelia Sugihardja

12 Februari 2024, 14.45

Sumber: kemenperin.go.id

Untuk memanfaatkan peluang pasar halal yang menjadi tren global saat ini, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) fokus pada percepatan pengembangan sektor industri tanah air dan kawasan industri halal yang berdaya saing global. Selain itu, Indonesia mempunyai potensi pasar halal yang sangat besar sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia.

“Adanya potensi tersebut menjadikan kebutuhan akan jaminan produk halal menjadi sangat penting. Oleh karena itu, Kementerian Perindustrian memutuskan untuk membangun ekosistem halal yang terintegrasi,” kata Doddy Rahadi, Direktur Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri ( BSKJI ), di Jakarta pada Kamis (1 Juni)

Menurut Laporan Ekonomi Islam Global 2020-2021, umat Islam di seluruh dunia menghabiskan lebih dari $2,02 triliun atau Rp29.000 miliar untuk makanan, obat-obatan, kosmetik, fesyen, pariwisata, dan lainnya Sektor yang berhubungan dengan syariah. Jumlah tersebut meningkat sebesar 3,2% dibandingkan tahun 2018.

“Pertumbuhan permintaan makanan dan minuman halal merupakan peluang besar bagi industri. Ini juga dapat menjadi kontributor besar bagi perekonomian nasional,” ujarnya.

Menurut Doddy, permintaan makanan dan minuman halal terus meningkat, dan pemahaman masyarakat terhadap jaminan produk halal Banyak aspek yang perlu diperhatikan dalam pembuatan produk halal, seperti bahan baku, teknologi pendukung, fasilitas pendukung, dan sumber daya manusia industri.

Industri pengemasan makanan dan minuman merupakan salah satu sektor pendukung yang mempunyai peranan sangat penting. Makanan dan minuman yang terjamin halalnya juga harus dikemas dalam kemasan yang terjamin halalnya sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kemasan timah yang terbuat dari bahan baja lapis timah (timah) berlapis listrik merupakan salah satu kemasan yang digunakan pada sebagian besar industri makanan dan minuman dalam negeri. PT Latinusa, sebagai satu-satunya produsen bahan baku kemasan kaleng di Indonesia, berkomitmen untuk mensukseskan program halal yang digagas pemerintah.

Pada tahun 2015, PT Latinusa berhasil memperoleh sertifikat halal yang dikeluarkan LPPOM MUI untuk timah produksinya sendiri. Hal ini menjadikan PT Latinusa satu-satunya pabrik baja nasional yang memiliki sertifikat halal.

PT Latinusa akan mematuhi peraturan tersebut efektif pada tahun 2021 seiring dengan perubahan kepengurusan sertifikat jaminan produk halal yang sebelumnya dimiliki MUI menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). “Kebutuhan halaman halal mencerminkan keinginan pelanggan Latinusa, khususnya di sektor makanan dan minuman,” kata Yulia Heryati, Direktur Komersial PT Latinusa.

Menurut Julia, perusahaan pengalengan yang memiliki sertifikat Halal masih sangat sedikit. “Oleh karena itu, industri makanan dan minuman harus terpaksa menggunakan kemasan yang bahannya terjamin halal,” ujarnya.

Oleh karena itu, perlu adanya perhatian pemerintah dan partisipasi masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam memastikan dan memantau pelaksanaan jaminan produk halal di industri. Keberadaan UPT Pelayanan Standardisasi dan Pelayanan Industri Bidang Penjaminan Produk Halal merupakan salah satu komitmen Kementerian Perindustrian dalam melaksanakan amanah undang-undang untuk memperkuat perekonomian nasional melalui penegakan hukum yang terfokus pada pembangunan. dan pengawasan industri halal,” jelas Doddy.

Lembaga sertifikasi halal, lanjutnya, sangat penting bagi para pengusaha di bidang kita untuk meningkatkan daya saing khususnya dalam pengembangan produk halal di ekosistem halal nasional. Sebagai unit kerja di bawah BSKJI, Bagian Kimia dan Pengemasan. Balai Besar (BBKK) mempunyai peran strategis dalam menumbuhkan ekosistem halal nasional.

“Karena kemasan menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam industri halal,” kata Doddy. Peran penting yang dimiliki oleh pengemasan suatu produk tidak hanya memenuhi tujuan pengemasan saja, namun pengemasan juga harus melindungi isi produk agar tetap terjaga mutu dan kualitasnya.

"Semua industri yang harus halal memerlukan kemasan halal sebagai salah satu prosedur wajib dalam Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH). Selain itu, industri kimia merupakan bagian dari sektor inti ekosistem halal nasional,"

Disadur dari:

https://kemenperin.go.id/artikel/23072/Kemenperin:-Industri-Kemasan-Produk-Berperan-Dukung-Ekosistem-Halal