Industri Hulu Migas Berkontribusi Sebesar Rp 700 Triliun Kepada Negara Pada Tahun 2022

Dipublikasikan oleh Muhammad Ilham Maulana

23 Februari 2024, 09.12

Sumber: https://blue.kumparan.com/image

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) melaporkan bahwa industri hulu migas telah memberikan kontribusi sebesar Rp 700 triliun kepada negara pada tahun 2022. Kurnia Chairi, Deputi Keuangan dan Komersialisasi SKK Migas, menyatakan bahwa upaya untuk menyederhanakan proses bisnis, menjaga konsistensi dalam tata kelola industri, dan hasil dari transformasi organisasi telah memberikan keuntungan yang besar bagi negara.

Kurnia menambahkan bahwa hasil penjualan migas secara langsung berkontribusi sekitar Rp 672 triliun, termasuk alokasi dana bagi hasil migas sebesar Rp 17 triliun yang juga bermanfaat bagi daerah penghasil. Pendapatan lain dari sektor hulu migas mencapai sekitar Rp 89 triliun, yang mencakup berbagai jenis pajak dan penerimaan lainnya.

Keberhasilan ini, menurut Kurnia, merupakan hasil dari upaya percepatan dalam proses pembayaran hasil penjualan minyak bumi, penyederhanaan proses bisnis penagihan dan pembayaran, serta optimalisasi lifting minyak. Dukungan terhadap pertumbuhan industri yang menggunakan gas bumi juga dilakukan melalui implementasi Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) yang memberikan kontribusi sebesar Rp 24 triliun.

SKK Migas telah berhasil mengamankan penerimaan negara pada tahun 2022, dengan memastikan bahwa setiap pembayaran hasil lifting sudah masuk ke rekening negara. Selain itu, SKK Migas juga telah melakukan transformasi dan optimalisasi pengelolaan dan pemanfaatan barang milik negara (BMN) hulu migas, yang tercatat sebesar Rp 598,71 triliun pada Laporan Keuangan Pemerintah Pusat.

Melalui pertukaran data dengan Kementerian Keuangan melalui Sistem Informasi Terintegrasi (SIT), SKK Migas meningkatkan transparansi data dan mempercepat proses bisnis. Mereka juga mendorong kontraktor hulu migas untuk memprioritaskan pemenuhan kebutuhan domestik melalui pengaliran minyak dan kondensat ke kilang Pertamina. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 18/2021 tentang prioritas pemanfaatan Minyak Bumi untuk Pemenuhan Kebutuhan Dalam Negeri. Sekitar 7% dari total lifting minyak dan kondensat dilakukan untuk tujuan ekspor karena tidak dapat diolah di Kilang Pertamina.

 

Disadur dari https://kumparan.com/kumparanbisnis/industri-hulu-migas-sumbang-rp-700-t-untuk-negara-di-tahun-2022-20Mc90ZZxOs/full