Industri Alat Berat Nasional Menggeliat: Produksi Diperkirakan Capai 5.000 Unit Tahun Ini

Dipublikasikan oleh Jovita Aurelia Sugihardja

13 Maret 2024, 08.52

Sumber: kontan.co.id

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Industri alat berat Indonesia juga semakin berkembang pada tahun 2021. Hal ini dibuktikan dengan pesatnya peningkatan produksi alat berat dalam negeri.

Menurut data Gabungan Industri Alat Berat Indonesia (Hinabi), produksi alat berat triwulanan di tahun 2021 Gedung I-2021 tercatat sebanyak 1.417 unit, meningkat 45% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Produksi alat berat pada kuartal I tahun 2021 juga mendekati 50% dari total produksi tahun 2020 sebanyak 3.427 unit.


Electric excavator masih menjadi jenis alat berat terbesar. Pada kuartal I 2021 akan tercapai 1.331 unit. .
\ n Presiden Hinabi Jamaluddin mengatakan kenaikan harga berbagai bahan baku, terutama batu bara, menjadi alasan utama meningkatnya permintaan alat berat pada tiga bulan pertama tahun ini. . Pasalnya, produsen batu bara dalam negeri mulai memproduksi batu bara lagi sehingga membutuhkan alat berat.


Tercatat, harga batu bara (HBA) mencapai $89,74 per ton pada Mei 2021 atau lebih tinggi dari HBA. Bulan lalu nilainya $86,68 per ton. “Pengeboran hidrolik terus menghasilkan hasil yang kuat. “Ada juga truk tipper yang sebagian besar dibuat untuk sektor pertambangan,” ujarnya, Jumat (7/5) tahun ini. Selain sektor pertambangan, produksi alat berat ditopang oleh proyek-proyek konstruksi yang juga mulai aktif pada tahun ini.

Secara umum, sektor pertambangan dan konstruksi merupakan yang memproduksi alat-alat berat setiap tahunnya. Ini adalah 30%. Sisa produksi alat berat berasal dari sektor kehutanan dan pertanian yang menyumbang 20% ​​dari total produksi saat ini.

Hinabi berharap pemerintah turun tangan untuk memperkuat kebijakan alat berat. Sebab, tingginya permintaan akan menyebabkan meluasnya penggunaan alat berat impor sehingga akan meningkatkan kualitas produk alat berat dalam negeri dan semakin kompetitif.

"Insentif yang kami cari adalah penggunaan alat berat . , " kata Jamalludin, "TKDN diperkuat dan dibangun di Indonesia," ujarnya.

Sementara itu, PT United Tractors Tbk juga menulis (UNTR) meningkatkan produksi di unit usaha alat beratnya pada kuartal I-2021. Penjualan alat berat Komatsu triwulan I tahun 2021 mencapai 688 unit, meningkat 11,50% (year-on-year) dibandingkan penjualan alat berat sebanyak 617 unit pada triwulan I tahun 2020.
\ nSebagian besar penjualan alat berat UNTR di kuartal pertama. tahun 2021 tercatat pada sektor pertambangan dan sektor 42%, konstruksi 31%, kehutanan 17% dan pertanian 10%.

Sekjen UNTR Sara K. Loebis mengamini hal tersebut. Penjualan alat berat UNTR meningkat signifikan. Peningkatan kinerja di sektor pertambangan dan konstruksi telah membantu, dengan banyaknya proyek yang terus berjalan. Konstruksi.

UNTR sebelumnya menargetkan penjualan alat berat sebanyak 1.700 unit pada tahun 2021. Namun seiring penurunan penjualan pada kuartal I tahun 2021, UNTR memutuskan untuk menaikkan target penjualan alat berat hingga sisa tahun ini. “Melihat prospek pertambangan dan konstruksi, kami menyesuaikan target menjadi sekitar 2.500 unit pada tahun ini,” kata Sara hari ini (5/7). ini Perusahaan perlu mengeluarkan uang untuk investasi produksi alat berat.

Disadur dari :  https://industri.kontan.co.id/news/produksi-alat-berat-nasional-diperkirakan-tembus-5000-unit-tahun-ini