Indonesia Menyikapi Tantangan Impor dengan Mengimpor 3 Juta Ton

Dipublikasikan oleh Jovita Aurelia Sugihardja

22 Februari 2024, 09.07

Sumber: kompas.com

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan kebutuhan garam akan mencapai lebih dari 4,6 juta ton pada tahun 2021. Dari jumlah tersebut, 84% dibutuhkan untuk produksi. Sektor industri yang membutuhkan garam adalah klorin dan alkali dalam produksi produk permeabel, pulp dan kertas.

Dikatakannya, kebutuhan sektor bahan garam industri sebesar 2,4 juta ton per tahun. Sejak industri yang menggunakan garam tumbuh sebesar 5-7% per tahun, maka kebutuhan garam sebagai bahan industri dan produk samping terus meningkat. “Contohnya, saat ini ada rencana membangun industri natrium karbonat yang digunakan pada industri kaca, sabun, dan tekstil. Saat ini kebutuhan natrium karbonat dalam negeri 100% diimpor. Mereka membutuhkan natrium karbonat sebanyak 1 juta ton. 3.07 miliar pada tahun 2021 untuk menjamin ketersediaan sumber daya air asin dalam negeri,” ujarnya saat berbicara melalui situs virtual, Jumat (24/9/2021). Ia juga mengatakan, ada empat industri yang diperbolehkan mengimpor garam, antara lain industri klor-alkali, makanan, obat-obatan, kosmetik, dan pengeboran minyak. “Selain sektor industri tersebut di atas, diminta juga memanfaatkan garam kota sebagai bahan bakunya,” tandasnya. Ia mengatakan, menurut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), garam yang dihasilkan di desa hanya 1,3 juta ton, meski ada perbedaan kualitas, sehingga masih tersedia 4,6 juta ton garam dari desa. miliknya sangat penting

"Masalah kedua adalah kualitas. Banyak industri seperti klor-alkali, obat-obatan dan kosmetik, ekstraksi minyak, dan berbagai jenis makanan yang membutuhkan garam dalam jumlah besar sebagai bahan bakunya. Ini sangat rendah dalam hal kandungan NaCl dan pengotor logam. Konfirmasi distribusi adalah langkah ketiga. Sebab, industri berproduksi sepanjang tahun sehingga sangat membutuhkan pasokan bahan baku yang berkesinambungan, jelasnya. Pada tahun yang sama, nilai ekspor dari industri yang menggunakan garam impor, seperti industri makanan dan minuman serta industri pulp dan kertas, mencapai $47,9 miliar. Perjanjian yang diperlukan akan mendukung aktivitas perusahaan dalam negeri dan juga berkontribusi terhadap peningkatan nilai tukar negara.

Disadur dari: https://money.kompas.com/read/2021/09/24/171812826/penuhi-kebutuhan-industri-ri-impor-garam-hingga-3-juta-ton