Indonesia Diprediksi Menjadi Produsen Baterai Terbesar di Dunia

Dipublikasikan oleh Jovita Aurelia Sugihardja

19 Maret 2024, 09.08

Sumber: republika.co.id

Republik Jakarta - Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Arshad Rasjid optimistis Indonesia akan menjadi produsen baterai kendaraan listrik terbesar di dunia. Optimisme tersebut bertepatan dengan resminya Indonesia membangun pabrik baterai kendaraan listrik pertama di Asia Tenggara.

Presiden Joko Widodo menggelar acara peletakan batu pertama atau peletakan batu pertama pembangunan pabrik pada Rabu (15 September) di Karawang, Jawa Barat. Investasi pembangunan pabrik ini sebesar US$1,1 miliar  atau sekitar Rp15,95 triliun.

Optimisme Arshad berasal dari besarnya pasokan nikel di Indonesia untuk produksi baterai lithium, bahan utama dalam pengembangan kendaraan listrik. Indonesia memiliki kandungan nikel yang tinggi.

"Nikel merupakan bahan utama pembuatan baterai lithium untuk kendaraan listrik. Kita dapat mengendalikan salah satu rantai pasokan baterai lithium dan perkembangan kendaraan listrik di seluruh dunia," ujarnya Rabu, (15 September) pada suatu pernyataan resmi.

Lanjutnya, Untuk mencapai tujuan tersebut, selain kaya akan sumber daya alam seperti nikel, Indonesia juga memiliki sumber daya manusia (SDM) yang berdaya saing tinggi dan telah mengembangkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sehingga IM dapat dikembangkan di dalam negeri.

“Kami membeli teknologi dari luar negeri untuk dikembangkan di Indonesia. Biaya produksi baterai dari Indonesia akan lebih kompetitif karena suku cadang TKDN di Indonesia banyak,” ujarnya.

Presiden Joko Widodo menyetujuinya. Ia mengatakan, Indonesia menjadi produsen utama berbagai produk jadi berbasis nikel, antara lain baterai litium, baterai listrik, dan baterai kendaraan listrik.

Jokowi menargetkan implementasinya dalam tiga hingga empat tahun ke depan. Saya yakin, melalui pengelolaan yang baik dan pengelolaan yang baik, hal ini akan tercapai dalam tiga hingga empat tahun ke depan, kata Jokowi.

Industri hilir nikel juga bisa menambah nilai  bijih nikel secara signifikan, katanya. Saat diolah menjadi sel baterai, nilainya meningkat enam hingga tujuh kali lipat. Selanjutnya, jika kendaraan tersebut menjadi kendaraan listrik maka nilai tambahnya akan semakin meningkat hingga 11 kali lipat.

Disadur dari: https://www.republika.co.id/berita/qzh0g6370/indonesia-diyakini-jadi-produsen-baterai-terbesar