Indonesia dan Korea Selatan Sepakat Dorong Industri Kendaraan Listrik Bersama

Dipublikasikan oleh Jovita Aurelia Sugihardja

13 Maret 2024, 08.40

Sumber: kompas.com

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia dan Korea Selatan semakin memperkuat kerja sama di bidang industri, antara lain investasi pada pengembangan sektor industri, industri kimia, industri baja, transfer teknologi, pembuatan kapal, dan pengembangan kendaraan listrik. KPAII (Ketahanan, Akses Industri Regional dan Internasional) Sekretaris Jenderal Eko S.A. Cahyanto mengatakan kerja sama ini mencakup penelitian pengembangan industri.

"Kedua negara sepakat untuk memperkuat kerja sama, termasuk penelitian pengembangan sektor industri," ujarnya, Jumat (25 Februari 2022). Hasil ini dirilis pada 25 Februari 2022. Demikian tema utama. . tempat pertemuan kelompok kerja ke 8 dilaksanakan di . Laporan Kerjasama Industri (Industrial Working Group) 2022) pada pertemuan tingkat menteri pertama Joint Korea-Korea Industrial Cooperation Committee (JCEC RI-ROK) yang diselenggarakan di Jakarta pada Selasa, 22 Februari-1 Januari 2022.

Rapat dipimpin oleh Airlanga Hartarto dan dihadiri oleh Menteri Perdagangan, Perindustrian dan Energi, Moon Sung-wook beserta jajarannya, serta Menteri Perdagangan, Perindustrian dan Energi terlebih dahulu. Agus, raja berekor sembilan, adalah Kartasasmita. Kementerian Keuangan, Perindustrian dan Energi, sebagai pusat WGIC, telah memulai beberapa inisiatif untuk meningkatkan kerja sama di sektor industri antara kedua negara. Bekerja sama mendorong pengembangan kendaraan listrik atau electric vehicle (EVs).

Dalam hal ini, pemerintah Indonesia memberikan dukungan pengembangan melalui Undang-Undang Pemerintah Nomor 74 Tahun 2021 terhadap barang kena pajak yang ditetapkan sebagai barang mewah. Jenis mobil yang dikenakan pajak penjualan barang mewah. Kolaborasi untuk industri kendaraan listrik meliputi penelitian bersama di bidang pasar kendaraan MicroEV dan komponen pendukungnya serta pembangunan infrastruktur stasiun pengisian daya.

Dan di industri logam, POSCO Korea adalah PT. 2013 Kerjasama PT Krakatau POSCO Krakatau Steel. Eco menjelaskan, “Kementerian Perdagangan, Perindustrian, dan Energi mendukung memastikan investasi Korea dilakukan tanpa merusak dan mengembangkan kemampuan industri logam dalam negeri.”

Di sektor industri kimia, Lotte Chemical Indonesia telah berinvestasi dalam pembangunan pabrik petrokimia baru yang mampu memproduksi 1 juta ton ethylene per tahun dan 520.000 ton propylene per tahun. .

Saat ini aktivitas penting lainnya bersifat digital. inovasi dan terkait. Dalam bidang ini, Korea memiliki kelebihan dan pengalaman dalam mempercepat penerapannya di industri manufaktur. Selain itu, kedua negara berkolaborasi dalam transfer teknologi melalui program Teknologi Mekanis Pertanian (AMTC). Setelah pertemuan tingkat menteri ini, kedua belah pihak menyepakati rincian teknis di tingkat kerja.

Disadur dari : https://otomotif.kompas.com/read/2022/02/25/170100715/indonesia-dan-korea-selatan-sepakat-soal-industri-kendaraan-listrik