Indonesia dan Korea Bekerjasama dalam Studi Ekonomi Lingkungan untuk Menanggulangi Dampak Perubahan Iklim

Dipublikasikan oleh Muhammad Ilham Maulana

12 Maret 2024, 10.57

Sumber: minio.brin.go.id

Indonesia bertekad mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 29% pada tahun 2030 sebagai bagian dari upaya global menghadapi pemanasan global. Untuk itu, kerjasama lintas negara, termasuk antara lembaga riset di Indonesia dan Korea, menjadi sangat penting. Dalam rangka memperingati 50 tahun hubungan diplomatik antara kedua negara, Indonesia dan Korea telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dalam Global Korea Forum (GKF) di Seoul pada tanggal 22 November. Fokus kerjasama ini adalah penelitian bersama dalam bidang Ekonomi Sirkular di sektor Energi dan Manufaktur.

Kerjasama ini diprakarsai oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Indonesia, Korea Institute of Industrial Technology (KIET), dan Cheil Jedang Korea. Ketiga lembaga ini akan bekerja sama dalam penelitian, pengembangan, dan penerapan teknologi ekonomi sirkular. Presiden Korea Institute for Industrial Economics and Trade (KIET), Ju Hyeon, menekankan pentingnya kerjasama ini dalam konteks kemitraan internasional, khususnya dalam hal ekonomi sirkular, terutama dalam bidang Polimer Biodegradable.

Ju Hyeon menyoroti pencapaian signifikan yang telah dicapai melalui kerjasama erat antara Indonesia dan Korea, dengan perdagangan bilateral yang mencapai rekor tertinggi tahun lalu. Ia menegaskan peran penting ekonomi sirkular dalam mencapai netralitas karbon sebagai respons terhadap pemanasan global. Haznan Abimanyu, Kepala Organisasi Riset Energi dan Manufaktur (OREM) BRIN, menekankan urgensi kolaborasi dalam mengatasi tantangan global. Ia menyatakan optimisme terhadap komitmen ketiga organisasi terkemuka ini untuk bekerja bersama demi kebaikan yang lebih besar, terutama dalam menangani isu energi, manufaktur, dan keberlanjutan.

Haznan menyoroti pentingnya MOU sebagai tanda komitmen untuk bertindak, bukan hanya sebagai dokumen formal belaka. Ia menekankan pentingnya semangat kemitraan, dialog terbuka, dan tanggung jawab bersama untuk mencapai terobosan dalam membangun masa depan ekonomi sirkular. Kerjasama dengan sektor swasta, Cheil Jedang Korea, juga diapresiasi karena kontribusinya dalam pengembangan Polimer Biodegradable, yang merupakan salah satu aspek kunci dalam mewujudkan ekonomi sirkular. Diharapkan kerjasama ini akan memberikan dampak positif jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan di kedua negara.


Disadur dari: www.brin.go.id